Popular Posts

Barco




Dormir no es soñar. Soñar no es vivir. Se vive si se sueña y se duerme para recordar”, escribió el magnetista en una hoja de papel con tinta indeleble. Luego hizo un barquito, lo soltó al borde del río y lo dejó zarpar. Todo se aleja hacia el futuro incluso esta tarde.

Safe Creative #1208042067503

Peresmian Distributor Fin Komodo Offroad untuk Wilayah Bali dan sekitarnya.


Dalam menyongsong Tahun Baru 2012, Bali Beach Golf Course akan menyelenggarakan even Member Gathering's Even Golf  "BACK TO KAMPOENG", yang akan diselenggarakan pada:

Hari/Tanggal : Jum'at, 23 Desember 2011
Jam              : 07.00 dan 13.00 (Tee Off)
Tempat         : Bali Beach Golf Course
                      Jl. Hangtuah No 58 Sanur – Bali. (Inna Grand Bali Beach Hotel Complex)
Hadiah          : Mobil Fin Komodo Offroad, Motor, Tiket Garuda dan lain-lain

Gathering tersebut juga sekaligus merupakan "Peresmian Distributor Fin Komodo Offroad" untuk Wilayah Bali dan sekitarnya.

Jangan lewatkan kesempatan ini !

Untuk pendaftaran dan informasi, silahkan hubungi :


Susi Rahayu
Marketing Communication
Kompleks Inna Grand Bali Beach Hotel,
Jalan Hangtuah No 58, Sanur – Bali
p. 0361 287733  f. 0361 282281  m. 087861927267
w. www.balibeachgolfcourse.com www.sectorbarrestaurant.com


Sumber: http://finkomodo.blogspot.com/2011/12/dalam-menyongsong-tahun-baru-2012-bali.html

10 Reason Why Fin Komodo Dangerously Good Off Road Car in The World


Realwonderoftheworld.com – FIN Komodo is a cruiser kind of an off-road vehicle which is very speedy and advanced to be used as the ‘explorer’ ride. Its weight is ideal that it only needs a relatively low power, hence the fuel consumption is used effectively. Fin Komodo launched on May 2009, In Pameran Produksi Indonesia (PPI-2009) in Ji-Expo Jakarta. Fin Komodo currently still service limited in Indonesia, hopefully in 2014 will go International.

Here are 10 Reason Why Fin Komodo Dangerously Good Off Road Car in The World:
  1. Ligth weigth car
  2. Small Engine with high performance
  3. High Stability
  4. Not Easy to Roll-up, even 45 degree bank angle
  5. Comfort, even in the offroad area
  6. Easy to maintenance
  7. Easy to drive
  8. Low Center of Gravity
  9. “Best Buy” Price
  10. As the Pioneer of Indonesian Design, Build, and Principal

Happy Green Travels!
Follow us on Twitter @TheRealWonderID & Like us on Facebook

Sumber:  http://finkomodo.blogspot.com/2011/11/10-reason-why-fin-komodo-dangerously.html

Awards yang diterima oleh Fin Komodo Offroad

I. MARKETEERS AWARD 2010


Pada 29 Juli 2010 MarkPlus bekerjasama dengan Marketeers memberikan penghargaan Marketeers Award Editor Choice kepada beberapa kontestan dan supporter event Indonesia International Motor Show (IIMS) 2010 di Kemayoran Jakarta. Penghargaan diberikan kepada mereka yang menurut MarkPlus dan Marketeers menjalankan praktek New Wave Marketing dan sejalan dengan prinsip Marketing 3.0. Acara penyerahan award ini dibuka oleh Johnny Darmawan (Ketua Penyelenggara IIMS 2010) bersama Hermawan Kartajaya (selaku CEO dari MarkPlus, Inc. dan juga Pemimpin Marketeers Award di Ajang IIMS 2010 Redaksi Marketeers).

Acara yang berlangsung di iB Pavillion IIMS 2010 ini juga menghadirkan beberapa petinggi dari instansi yang meraih Marketeers Award, termasuk di antaranya Halim Alamsyah (Deputi Gubernur Bank Indonesia) dan Mulya E Siregar (Direktur Perbankan Syariah, Bank Indonesia), serta Ibnu Susilo (Presdir FIN Komodo Teknologi) dan Achmad Rizal (Marketing Communication Manager Toyota Astra Motor).


Apresiasi tersebut salah satunya diberikan Marketeers Award (Editor’s Choice) untuk PT Fin Komodo Teknologi, yaitu:  The New Wave Commercialization Car.

II. TECHNOPREUNERSHIP AWARD 2011


BPPT menganugerahi Apresiasi Inovasi Indonesia 2011 kepada mereka yang berkiprah dalam penguatan sistem inovasi dan berprestasi mendorong kreativitas keinovasian.
Apresiasi Inovasi Indonesia ini terdiri atas serangkaian kegiatan yang meliputi pameran, lokakarya, dan lomba inovatif dengan empat kategori, yaitu innovating regions awards, innovation leadership awards, technopreneurship awards, dan greennovation awards.



Apresiasi Inovasi Indonesia tahun 2011 ini merupakan salah satu apresiasi kepada pihak-pihak yang memiliki banyak jasa dan peran dalam rangka memperkuat Sistem Inovasi Nasional (SIN) pada tingkat daerah dengan menghasilkan produk-produk yang berinovasi.

Technopreneurship Award diberikan kepada lembaga atau organisasi yang berprestasi dalam memberikan layanan inovatif, produk inovatif, dan pendampingan UKM atau dalam mengingkubasi UMK inovatif.

Hadir dalam acara tersebut Menristek Gusti Muhammad Hatta, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi A. Malarangeng, pejabat dan pengusaha lainnya.
 

Apresiasi tersebut salah satunya diberikan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk PT Fin Komodo Teknologi, yaitu:  Technopreunership Award  (UMKM Baru/Pemula).

Sumber:  http://finkomodo.blogspot.com/p/awards.html

Surat Klarifikasi dan Permintaan Maaf atas Kontes Foto Sexy Car Wash

Dengan hormat, Salam sejahtera kami sampaikan kepada Bapak/Ibu semoga selalu sehat dan mendapatkan kemudahan dalam menjalankan aktifitas sehari-hari.

Sehubungan dengan acara Sexy Car Wash and Photo Contest yang kami selenggarakan sebagai bagian dari Pameran Otomotif Surabaya 2011 (Gramedia Expo, 30 November – 4 Desember 2011), kami PT Dyandra Promosindo hendak menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf melalui surat ini.

Kami mengakui bahwa adanya logo palang merah di kostum model tersebut adalah menjadi tanggung jawab kami sepenuhnya. Kesalahan ini terjadi karena hal tersebut luput dari pantauan kami mengingat kostum disediakan oleh masing-masing model. Model selaku pengguna kostum pun telah meminta maaf melalui panitia.

Maka dengan surat ini kami selaku panitia secara resmi menyampaikan permintaan maaf kepada pihak- pihak yang merasa dirugikan atas hal tersebut karena tidak terdapat unsur kesengajaan didalamnya.

Demikian surat permohonan ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami haturkan terima kasih.

Hormat kami,
PT. Dyandra Promosindo
Yusuf Karim Ungsi
Surabaya Branch Manager

Naaaah, foto dibawah ini menunjukan bahwa Logo PMI nya sudah tidak ada lagi ... :)










Gerhana bulan total akan kembali terjadi di Indonesia hari Sabtu, 10 Desember 2011.

Gerhana bulan total akan kembali terjadi di Indonesia akhir pekan ini, tepatnya hari Sabtu, 10 Desember 2011.

Mengutip situs bosscha.itb.ac.id disebutkan, gerhana bulan terjadi saat bulan melintas di belakang bumi, sehingga bulan akan masuk ke dalam bayang-bayang bumi.

Inilah perkiraan waktu gerhana dari astronomical almanac: pada pukul 18.33 bulan memasuki penumbra bumi akan tampak dari bumi cahaya bulan melemah. Jika langit cerah, samar-samar dapat terlihat bayangan gelap di permukaan bulan. Pukul 19.45 bulan memasuki umbra bumi, bulan tampak terpotong, pukul 21.06 bulan seluruhnya masuk ke dalam umbra bumi, tampak bulan berwarna kemerahan, pukul 21.33 bulan berada di tengah perjalanan melintasi umbra bumi, ini puncak gerhana, tampak bulan berwarna kemerahan, pukul 21.57 bulan mulai keluar dari umbra bumi, bulan tampak terpotong, pukul 23.18 bulan seluruhnya keluar dari umbra bumi, bulan tampak bulat utuh lagi, dan pukul 00.29 bulan keluar dari penumbra bumi tampak cahaya bulan terang seperti purnama pada biasanya.

Peristiwa gerhana bulan total ini dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia. Tanpa menggunakan alat (teleskop) sekalipun, peristiwa gerhana ini tetap dapat dinikmati. Cukup dengan mencari tempat yang agak lapang agar pandangan ke arah timur tidak terhalang.

Dalam momen gerhana bulan total kali Observatorium Bosscha selain melakukan pengamatan tertutup yang dilakukan oleh staf dan mahasiswa astronomi, juga melakukan pengamatan untuk disiarkan melalui web (live streamning). Tayangan live streaming ini merupakan salah satu agenda dari jejaring pengamatan hilal. Masyarakat dapat melihat hasil pengamatan ini melalui situs http://hilal.kominfo.go.id atau di web bosscha.

Selain itu juga disediakan pengamatan untuk tamu dan publik disediakan 2 teleskop bagi masyarakat yang ingin menyaksikan gerhana bulan di Observatorium Bosscha. Teleskop yang disediakan adalah teleskop berdiameter 6 cm dan 11 cm.

Mengingat gerhana bulan ini terjadi di musim hujan, cuaca menjadi faktor yang sangat menentukan apakah gerhana bulan akan dapat terlihat atau tidak. Jika cuaca berawan, tentu gerhana bulan tidak akan terlihat.(ipg)

Kontes Foto Sexy Car Wash

Gaya seorang model berkostum ala suster plus logo PMI di 'Sexy Car Wash and Photo Contest' yang diselenggarakan PT. Dyandra Promosindo disesalkan. Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kota Surabaya mendesak panitia minta maaf.

"Logo PMI tidak boleh digunakan sembarangan. Kalau hanya gambar palang merah sih nggak apa-apa, tapi kalau ada tulisannya PMI itu lain lagi persoalannya. Apalagi digunakan model tampil erotis dan hot begitu," tegas Kepala Humas PMI Surabaya Agung Tri Jutanto saat dihubungi detiksurabaya.com, Kamis (1/12/2011) malam.

Meski belum melihat fotonya langsung, Agung, meminta kepada semua pihak untuk menghormati lembaga kemanusiaan PMI. "Nanti imej PMI ikut jelek jika warga menyaksikan model yang tampil seksi begitu. Sekali lagi nggak pantas atribut PMI dibuat untuk peragaan yang tampil erotis begitu," ujar dia.

Agung menyatakan akan membicarakan kasus ini ke pengurus. "Kita akan rapatkan informasi dan temuan ini. Nanti kalau harus dipanggil, ya panitianya akan kita panggil. Yang pasti panitia atau modelnya harus meminta maaf kepada publik dan PMI," ujar Agung.

Seperti diberitakan dalam Pameran Otomotif Surabaya 2011, penyelenggara juga menggelar 'Sexy Car Wash and Photo Contest'. Tiga model yang bergaya ala pencuci mobil mengenakan kostum warna putih ala suster. Sayangnya, salah satu kostum model terdapat tulisan Palang Merah Indonesia (PMI). Dan panitia terkesan membiarkan hingga acara berakhir.


Tarot


La luz de la lluvia caía gris sobre el rostro de Azul, triste y sensual. Sus lágrimas buscaban la trayectoria de su escote, pronunciado desfiladero en la línea recta hacia el mar de su tristeza.

La tarde abrió la boca y el azar se coló por la ventana. El magnetista supo qué hacer.

- Creo que por hoy ha sido suficiente. Pero antes de irse creo que la reconfortará que hagamos un ejercicio. Azul lo miró aún triste pero intrigada.

El magnetista cogió de su escritorio negro de diseño italiano una caja antigua, labrada, misteriosa. Sacó de su centro un juego de naipes de Tarot. Cuando abrió la caja un perfume a lilas inundó el lugar. Luego se sentó en su escritorio, invitó a Azul a hacer lo mismo y comenzó con los ritos del Tarot.

- Exploremos a ver qué nos dicen los arcanos, dijo sin mirar a Azul.

Y luego la miró y frente al desconcierto de su rostro aclaró:

- Los arcanos, secretos ocultos, en sánscrito. Sonrió y Azul asintió.

Con la lluvia hablándole al oído, el magnetista desplegó arcanos mayores y menores, combinó imágenes e interpretó futuros. Cuando paró de llover Azul salía de la consulta del magnetista con una sonrisa blanca y luminosa. Nada mejor que inventar un futuro para creer en el futuro.



Safe Creative #1112070688008

Mobil Murah Rp 50 Juta

detikfinance.com - Jakarta - Singgalang Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan peme rintah akan menyiapkan mobil angkutan murah seharga Rp 50 juta yang hanya disediakan untuk para petani di pedesaan. Namun mobil yang akan diproduksi oleh PT Industri Kereta Api (INKA) itu masih dalam bentuk embrio.

“Itu mobil angkutan mu rah untuk petani di pedesaan, jadi bukan untuk dikonsumsi di kota, kira-kira harganya Rp 50 juta, 660 cc, hemat bahan bakar, bentuknya pick up,” ujar Hidayat saat ditemui di JCC, Jumat (27/5), seperti dikutip detikfinance.

Produksi mobil tersebut, lanjut Hidayat, merupakan kerjasama dengan BUMN PT Industri Kereta Api (INKA) . “Itu kami maksudkan nanti BUMN PT INKA mengerjakan itu,” ujarnya.

Pada tahap pertama, Hida yat menyatakan produksi akan dimulai pada tahun depan sebanyak 300 unit. “Untuk peluncuran pertama, kita akan luncurkan 300 unit dulu akan dimulai produksi nya tahun depan,” ujarnya.

Nantinya, mobil murah ini akan menjadi produk anak bangsa dengan 65% kan dungan lokal.

“Tapi mau dipamerkan dulu kepada Presiden dalam waktu dekat, karena ini karya bangsa Indonesia, karena nanti BUMN dengan bebe rapa perusahaan swasta, konten lokalnya 65%,” tegas Hidayat.

Hidayat menjelaskan mo bil tersebut ditujukan untuk mengangkut hasil panen petani. Saat ini, produksi mobil tersebut masih dalam tahap perencanaan yang sedang disusun feasibility study.

“Saya hanya memikirkan produksinya, fungsinya, dan distribusinya, yang sedang saya pikirkan juga after sales, maintenance, component. Nanti mau kita susun lengkap feasibility study-nya seka rang baru embrio produk sinya kita siapkan, jadi me mang ada persiapan yang masih harus dilakukan, ter utama jaringan pemasaran nya,” pungkasnya. (*)

Penguatan Klaster Industri Komponen Otomotif Terus Digenjot di Jatim

Media Online Bhirawa

Produksi dan permintaan kendaraan roda empat saat ini terus tumbuh. Dalam kurun waktu 2006 hingga 2010, produksi dan permintaan masyarakat meningkat rata-rata 5% per tahun dan diperkirakan terus meningkat seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat. Bahkan diperkirakan pada 2011, penjualan roda empat bisa menembus 780.000 unit. Pada 2010, permintaan kendaraan komersial jenis pikap GVW (Gross Vehicle Weight) di bawah 5 ton mencapai 101.648 unit atau meningkat hampir 90% dibandingkan tahun 2009. 

Kendaraan jenis pikap yang diproduksi di dalam negeri umumnya dengan kapasitas mesin di atas 1.000-2.400 CC dengan GVW 1.750 kg-2.500 kg dan bila dilihat dari sisi harga berkisar dari Rp 85-140 juta per unit. Dengan kondisi ini, berarti terdapat segmen pasar kendaraan angkutan barang yang belum dikembangkan produksinya. Segmen pasar dimaksud adalah dengan kapasitas mesin di bawah 1.000 CC dengan GVW sekitar 500 kg yang cocok untuk angkutan pedesaan, pertanian, perkebunan. 

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim Ir Budi Setiawan MMT, ME kendaraan angkutan barang dengan kapasitas silinder 600 CC perlu dikembangkan untuk angkutan pedesaan, pertanian, perkebunan. Melalui angkutan barang jenis pikap maka program micro car ditargetkan menjadi salah satu model sarana angkutan dengan masa depan cukup baik karena dapat dijadikan sebagai penghela pengembangan klaster komponen otomotif. "Jatim juga ingin menggarap segmen pasar micro car. Pasar segmen ini berbeda dengan pasar pemain otomotif yang sudah mapan di dalam negeri," katanya.

Untuk mewujudkan rencana itu, Kementerian Perindustrian telah menunjuk PT INKA sebagai industri inti untuk memproduksi micro car atau prinsipal otomotif. Dan Pemprov Jatim melalui Disperindag Jatim bersama elemen terkait termasuk kalangan pendidikan hingga industri pendukung lokal yang melibatkan para pelaku IKM di berbagai daerah diminta untuk mendukung terealisasinya mobil ini.

"Jatim mendukung PT INKA untuk memproduksi mobil GEA yang produksinya berbasis IKM (Industri Kecil Menengah) dengan sejumlah pertimbangan. Jatim adalah salah satu provinsi yang memiliki SDM yang kompetitif dan sumber daya alam memlimpah. Potensi lain berupa produk unggulan yang dihasilkan oleh IKM. Produk IKM seperti logam spare part roda dua dan empat banyak dihasilkan oleh perajin dari Jatim," katanya.

Kepala Bidang Industri Alat Tranpsportasi, Elektronika dan Telematika Disperindag Jatim Saiful Jasan menambahkan sentra IKM logam Waru dan Pasuruan selama ini dikenal sebagai tempat memproduksi logam dan komponen otomotif. "Jadi seiring dengan kebijakan pemerintah yang pro rakyat salah satunya adalah program mobil murah dan ramah lingkungan, maka Jatim sudah mengambil peran lebih awal melalui pembentukan klaster komponen otomotif mobil murah," katanya.

Sampai dengan laporan ini dibuat, kata Saiful, working group sudah melakukan FGD (Fokus Group Discussion) sebanyak enam kali. MUlai pada 13 Juli 2010 bertempat di Hotel Cendana Surabaya dilaksanakan pembentukan working group klaster komponen otomotif mobil GEA. Workshop tersebut difasilitasi Disperindag Jatim dengan pengurus terdiri dari unsur dinas, PT INKA, LSM, Perguruan Tinggi dan anggota dari IKM ASPILOW (Asosiasi Pengusaha Industri Logam Waru) Sidoarjo serta IKM PASINDO Pasuruan.

Hasil dari workshop tersebut adalah terbentuknya working group klaster komponen otomotif pertama di Jatim. Disepakati bersama bahwa klaster komponen otomotif mobil GEA ini memiliki visi dan misi yang jelas. Visinya adalah Indonesia menjadi basis produksi industri optomotif dan komponen kelas dunia. Sedangkan misinya penguatan struktur industri otomotif melalui peningkatan kemampuan industri komponen dan infrastruktur teknologi.

Pemerintah kata Saiful juga memfasiitasi dan melakukan pendampingan untuk IKM komponen otomotif anggota klaster berupa pelatihan teknis dan manajemen, temu bisnis, pengembangan pasar melalui pameran. Dengan demikian program klaster industri otomotif dapat berjalan sesuai peran masing-masing stake holder. "Sisi lain IKM komponen otomotif dapat berperan sebagai supporting industri bagi inti mobil GEA INKA sehingga klaster industri otomotif berbasis IKM di Jatim dapat terwujud," kata Saiful yang didapuk menjadi Ketua Working Group Klaster Komponen Otomotif Mobil GEA.

Wakil Ketua Working Group Klaster Komponen Otomotif Mobil GEA M Pramudya (dari PT INKA) menambahkan sepanjang 2011 adalah momentum untuk menguasai segmen pasar otomotif pada 2014. Saat ini kebutuhan segmen kendaraan baru untuk usaha dengan harga di bawah Rp 70 juta per unit seperti Angguna Surabaya, Bajaj Jakarta, angkutan ritel sudah sangat mendesak.

"PT INKA sendiri pada 2011 sudah ada pesanan 200 unit untuk angkutan publik para transit Surabaya. Dan pada 2012 rencananya memproduksi 1.000 unit untuk mendukung program pemerintah angkutan umum murah dan angkutan publik para transit," kata M Pramudya.

Pramudya menyebut PT INKA sendiri menargetkan pada 2013-2014 mampu memproduksi 10.000 unit sebagai angkutan murah yang dioperasikan secara massal di pedesaan, pesisir pantai dan angkutan komersial untuk perkotaan.

Hemat BBM, Murah dan Ramah Lingkungan

Prototipe mobil GEA direncanakan bisa terealiasasi akhir 2011, dan diproduksi massal pada 2012. Jika ini terwujud, akan menjadi tonggak awal industri otomotif asli Indonesia akan lahir di Jatim. Karena didukung oleh industri komponen otomotif berbasis IKM dan industri unggulan di daerah, harga mobil GEA yang diproduksi PT INKA yang ditunjuk oleh Kementerian Perindustrian sebagai industri inti untuk memproduksi micro car akhirnya bisa ditekan. Kisarannya bisa mencapai Rp 60-70 juta per unit dengan kapasitas mesin 600 CC. "Mobil yang diproduksi PT INKA ini akan menjadi mobil hemat BBM, juga didesain ramah lingkungan dengan harga murah dan terjangkau seluruh lapisan masyarakat," kata Kepala Disperindag Jatim Ir Budi Setiawan MMT,ME.

Saat ini mobil-mobil jenis ini menjadi tren kendaraan di berbagai belahan dunia. Tak hanya Eropa, Amerika, kawasan Asia Tenggara juga mulai menunjukkan kebutuhan akan kendaraan yang hemat BBM dan murah. "Tuntutan ini didorong karena kenaikan harga minyak dunia, kepadatan lalulintas, kebutuhan mobilitas serta karena kenaikan income per kapita," katanya.

Budi menegaskan diproduksinya mobil GEA ini tak lepas dari 6 direktif Presiden SBY, salah satunya adalah penyediaan angkutan umum murah untuk pedesaan dan nelayan yang harus terwujud sebelum 2014. Untuk diketahui enam program murah sudah dicanangkan Presiden SBY pada rapat kerja pemerintah di Istana Bogor, 21-22 Februari 2011 lalu. Enam program itu adalah penyediaan rumah sangat murah, angkutan umum murah, air bersih untuk rakyat, listrik murah dan hemat, peningkatan kehidupan nelayan, dan peningkatan kehidupan masyarakat pinggiran kota. [tis]

Mobil Nasional Berharga Murah Masih Sebatas Impian

PASAR otomotif di Indonesia masih sangat besar dan menjadi incaran negara lain seperti Jepang, Korea, Amerika, India, dan China. Lantas kapan Indonesia mempunyai mobil nasional (mobnas) dengan harga murah? Mobil nasional merek sendiri memang masih sebatas cita-cita lama yang terpendam, bahkan masih sebatas impian. 

Sejak 1970, industri otomotif nasional belum berhasil menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan hanya terbatas sebagai perakit. Pengamat otomotif Suhari Sargo kepada Pelita di Jakarta, Minggu (20/3), mengatakan, tidak mungkin membuat industri sendiri tanpa melibatkan perusahaan pendukung. Apalagi untuk membuat mobil nasional membutuhkan investasi dengan dana yang besar. Perusahaan-perusahaan komponen nasional juga belum mandiri, masih tergantung pada Jepang. Karena sebagian komponen mobil masih diimpor dari Jepang. Karenanya, untuk membuat komponen lebih dulu, Indonesia harus menguasai teknologi dan arus suplainya seperti bahan baku dan pendukung lainnya. Semua itu, melibatkan industri lain di luar otomotif seperti alumunium dan baja. Suhari menjelaskan, komponen mobil membutuhkan bahan baku dari alumunium. Indonesia belum punya industri alumunium. 

Begitu pula dengan baja pelat untuk bodi mobil. Indonesia belum memiliki industri yang bisa membuat pelat bodi mobil. PT Krakatau Steel Tbk juga belum mampu membuat pelat khusus untuk mobil. Indonesia baru baru bisa membuat komponen mobil dari plastik dan kaca. 

Baut dan velg memang dibuat di dalam negeri, tapi bahan bakunya masih diimpor. Yang realistis saat ini adalah mengembangkan perusahaan otomotif yang sudah ada. Seperti perusahaan yang selama ini menjual mobil atau sebagai agen tunggal pemegang merek (ATPM) dari Toyota, Suzuki, Mitsubhisi, Nissan, Daihatsu, tuturnya. Artinya, kata Suhari, kalau memang dari kelima merek mobil tersebut ada keinginan untuk bersatu memproduksi mobil nasional, itu akan lebih baik. 

Pemerintah hanya mendukung dan mendorongnya dengan kebijakan insentif berupa pajak. Soalnya, biaya membuat mobil terbesar disedot oleh pajak. Ia juga mengemukakan, produsen Jepang hanya mengincar pasar sehingga berpeluang menempatkan industrinya di Indonesia, seperti yang sudah terjadi di Thailand. Jika volumenya cukup besar dan industri pendukungnya berkembang, Indonesia bukan hanya sebagai perakit, tapi secara total dapat menjadi produksi otomotif Indonesia meskipun merek masih Jepang, ungkapnya. 

Soal merek Jepang, Suhari tidak mempermasalahkannya. Hal itu menurutnya hanya soal pengenalan pasar. Di tengah perdagangan bebas, Indonesia bisa menjadi basis produksi otomotif sehingga bisa mengekspor otomotif ke negara manapun meskipun dengan merek Jepang. 

Sejak lima tahun terakhir, Indonesia sudah mengekspor sekitar 100.000 unit otomotif per tahun dengan berbagai merek seperti Toyota, Suzuki, Daihatsu, dan lainnya, ungkap Suhari. Pengalaman Mobil Timor Pengamat ekonomi David Sumual menambahkan, sebenarnya import content komponen otomotif semakin berkurang. Hanya saja dipastikan Indonesia harus mengeluarkan energi lebih banyak. 

Indonesia mempunyai pengalaman dengan mobil nasional dengan nama Timor. Memang Timor tidak sepenuhnya milik kita, melainkan kerjasama dengan KIA Korea yang kemudian dimodifikasi. Menurutnya, untuk punya merek sendiri, Indonesia harus memiliki industri spare part (suku cadang) yang tangguh seperti Toyota, Daihatsu, dan Honda di Jepang, yang memiliki puluhan ribu usaha kecil menengah (UKM) penunjang mulai dari velg hingga gear. Karena itu, industri otomotif Jepang sangat kuat. Kita harus siap membina industri seperti itu, ujarnya. Indonesia sebenarnya sudah memiliki banyak subkontrak, sebagai salah satu bentuk desentralisasi produksi. Bahkan, sekitar 60 persen komponen otomotif sudah diproduksi secara lokal. Selebihnya murni impor. 

Kalau Indonesia punya merek tertentu, tinggal dialihkan ke merek sendiri. Melihat pengalaman pada mobil nasional Timor yang menggunakan teknologi KIA sepenuhnya, dinilai David sudah tepat. Sebab, Korea pun pada mulanya membangun industri otomotif dengan menggunakan teknologi Jepang. Setelah mampu, Korea mengembangkannya sendiri. Karena itu, jika Indonesia ingin bermitra dengan PT Astra International Tbk, sebenarnya bisa membuat mobil nasional. Tinggal masalah pemasaran produknya saja. Seperti Avanza dan Xenia, sebenarnya produk yang sama. Tapi, Avanza bisa dijual lebih mahal. Itu hanya masalah persepsi bahwa Toyota lebih bagus dari Daihatsu. Padahal, produknya persis sama, jelas David. Namun, ambisi untuk membuat mobil nasional dengan harga murah masih belum jelas. 

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan, koordinasi antara pemerintah dan ATMP masih belum dibicarakan secara matang. Pihak Gaikindo pernah dipanggil pemerintah untuk membuat skema untuk mobnas murah, tapi masih belum jelas seperti apa mobnas murah itu. Jika skema mobnas murah telah disepakati, maka kebijakan ini harus mengacu kepada kebijakan eco car (mobil ramah lingkungan) yang dilakukan oleh Pemerintah Thailand, yaitu mobil murah bermesin kecil. 

Kebijakan yang tengah disusun ini misalnya Kementerian Perdagangan yang akan tetap menjaga dari serbuan produk luar negeri seperti India dan China, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan semakin mempermudah perizinan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menjaga HAKI dan mengurangi pembiayaan yang tidak perlu. 

Pemerintah menargetkan produksi komersial mobil murah dan ramah lingkungan (low cost dan eco car) bisa berjalan di tahun 2011. Karenanya, pemerintah tengah mematangkan kebijakan pemerintah dalam rangka mendorong industri otomotif sesuai Peraturan Presiden (Perpres) 28 Tahun 2008 tentang Kebijakan Industri Nasional. Pemerintah juga siap mengucurkan insentif fiskal bagi produsen mobil guna memuluskan rencana itu. Pemerintah hanya menyiapkan regulasi dan industri perlu intens untuk itu. Makanya perlu diberi insentif. Insentif yang paling mungkin diberikan pemerintah adalah pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP). 

Perlu pengusaha tangguh 

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) selaku pembina industri nasional berambisi menjadikan Indonesia sebagai basis produksi otomotif. Sesuai Kebijakan Industri Nasional sekaligus implementasi Peraturan Presiden No 7 tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah, sektor industri alat transportasi menjadi salah satu prioritas. Sehingga harus memperkuat basis produksi, jangan hanya jadi pasar saja. 

Industri otomotif mampu menyerap tenaga kerja sampai 400.000 orang. Sementara itu, produksi kendaraan di tahun 2010 mencapai lebih dari 700.000 unit. Dengan demikian besarnya tingkat produksi industri otomotif, Indonesia bisa mengalahkan Thailand sebagai pasar otomotif terbesar di ASEAN. 

Dirjen Industri Ungulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Budi Darmadi kepada Pelita mengatakan, pihaknya akan terus mengenjot industri otomotif khususnya mobil. Hal ini untuk membantu basis produksi di dalam negeri, menciptakan lapanga kerja, meningkatkan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi yang berbasis produksi internasional; dan itu sudah berhasil untuk beberapa merek seperti Hino dan Daihatsu yang saat ini terbesar di Indonesia. 

Semua iu bisa menciptakan lapangan kerja, meningkatkan ekonomi dengan beli bahan bakunya kan dari dalam negeri. Dari segi ekonomi mengunakan industi komponen, nah, industri komponen 1.000 bisa digerakkan menjadi industri komponen yang tumbuh, katanya. Budi mengatakan, sekarang ada beberapa merek nasional yang sudah ada di jalan, misalnya Nato, bahkan Busway yang ada di Jakarta bermerek AAI (Asian Agro Industri) yang berjenis komodo itu buatan Bogor mereknya Indonesia Asli, bahkan masih ada beberapa merek lain seperti, Inlen, Tawon, dan GEA. 

Saat ini lanjut Budi, ada beberapa industri nasional yang sudah muncul, namun itu semua perlu entrepreneur (pengusaha) yang tangguh karena, industri tersebut yang harus dibutuhkan adalah jaringan spare part, Kita juga mendukung, kita lebih banyak lagi basis produksi jadi merek banyak, merek luar dari basis kerjanya. Mereknya macam-macam nggak hanya satu merek, tapi kita mendukung kalau mau bikin mobil nasional, mendukung industrialisasi untuk pengusaha yang tangguh dalam memproduksi mobil nasional, tuturnya. 

Menurut Budi, sudah banyak yang dilakukan dalam industri otomotif ini, dari mulai biaya masuk, hingga bayar pajak. Merek lokal sudah banyak, tetapi belum ada pengusaha yang tangguh. Pemerintah, lebih konsentrasi dulu karena pajak belum final. Di Indonesia 40 merek sepeda motor, merek Indonesia sekitar 20-an namanya Daya dan Garuda. Mobil bermerek Nissan dahulu buatan Jepang dan sekarang sudah dibeli Rino dari Perancis. Volvo buatan Swedia sekarang sudah dibeli China, Industri otomotif itu sistemnya adalah global production mereknya juga harus mengglobal. 

Saat ini ekspor otomotif kita sekitar 80.000 unit lebih ke-70 negara salah satunya Malaysia dan Tailand, inikan masalah dagang, Proton dari Malaysia belum tentu bisa ekspor begitu banyak, tambahnya. Sementara Dirjen Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Gunaryo mengatakan, selain banga dengan produksi dalam negeri, pihaknya berharap mobil produksi buatan dalam negeri nantinya bisa dimanfaatkan untuk pendistribusian angkutan pedesaan di daerah. 

Hal ini tentu dapat menciptakan lapangan usaha di daerah. Selain bangga, seandainya Indonesia memiliki mobil nasional dimanfaatkan untuk angkutan angkutan perdesaan di daerah. Kemendag tinggal membantu pelaksaan pendistribusian dengan cepat. Kemendag dan Kemenperin belum ada pertemuan guna membahas industri mobil nasional ini, tetapi kalau nggak salah teman-teman Perindustrian sudah mempersiapkan. Kalau bisa produksi dari dalam dengan tenaga ahli dari kita juga, harapnya. 

Tata Nano dari India Pabrikan India, Tata Motors tengah melakukan feasibility study (studi kelayakan) untuk membuat pabrik mobil termurah sejagat Tata Nano di Jakarta. Sebelumnya, pabrikan ini akan membangun mobil Nano di Thailand, namun rencana itu ditangguhkan sementara. Tata Motors lebih memilih membuat Nano di Indonesia dibanding Thailand. Harga mobil itu sekitar Rp25 juta/unit. Pabrik yang diperkirakan akan mulai beroperasi pada 2013 ini diyakini bisa membuat 50.000 unit mobil. Selain Nano, pabrik itu juga akan membuat mobil niaga seperti Tata Ace. Tata pun tengah mencari partner di Indonesia untuk memuluskan rencana membawa Nano. Beberapa petinggi Tata Motors dikabarkan sudah bolak-balik ke Indonesia untuk mencari partner yang cocok. Namun juru bicara Tata Motors, Debasis Ray, belum bisa dimintai komentarnya soal ini. 

Kabar kehadiran Tata Motors di Indonesia sebenarnya sudah terendus sejak tahun 2009. Kabar itu makin menguat setelah analisis Frost and Sullivan menuturkan, bakal ada produsen India yang akan masuk ke Tanah Air tahun ini. Di 2009, Tata Motors sudah mengenalkan beberapa varian mobilnya ke Tanah Air, yakni lewat mobil pikap double cabin Xenon dan SUV Sumo Grande. 

Tadinya kedua mobil itu akan dikenalkan pada 2010 lalu. Analis pun memperkirakan, jika Tata mengenalkan Nano di Tanah Air, kansnya bakal cukup bagus dengan image Nano sebagai mobil termurah sejagat. 

Pasar Indonesia hampir seperti pasar India, ujar Abdul Majeed dari PricewaterhouseCoopers. Apalagi pasar otomotif di Indonesia diperkirakan masih akan berkembang lagi. Analisis JD Power menyebutkan, pasar otomotif Indonesia akan naik 11 persen tahun ini. 

Pemerintah (Kementerian Perindustian) sendiri sebenarnya sudah memiliki program merealisasi mobil ramah lingkungan. Bahkan, mobil murah dan ramah lingkungan versi Indonesia diklaim akan lebih elegan ketimbang mobil murah India, Tata Nano. 

Untuk itu, konsep pengembangan mobil ini akan diarahkan pada kendaraan yang lebih mewah daripada Tata Nano, dengan harga yang lebih tinggi dan spesifikasi yang lebih lengkap. Untuk itulah, pemerintah memperkirakan pantokan harga jual mobil murah dan ramah lingkungan akan berkisar Rp70 juta hingga Rp80 juta. 

Menurut Menteri Perindustrian MS Hidayat, setidaknya empat produsen berminat untuk memproduksi mobil ini, diantaranya Daihatsu, Nissan, Toyota, dan Suzuki. Kebutuhan atas mobil ini diperkirakan sebanyak 300.000 unit per tahun. Untuk memproduksi mobil ini dibutuhkan investasi lebih dari 100 juta dolar AS. Realisasi produksi perdana mobil ini diprediksi membutuhkan waktu 1,5 tahun lagi. 

Prosesnya masih panjang. Produsen harus bicara pemegang saham, mencari modal, menyiapkan pabrik, melakukan ujicoba. Untuk ujicoba saja butuh waktu enam bulan, ujarnya. Produsen akan disyaratkan untuk memenuhi kandungan lokal sekitar 60-80 persen. 

Oleh karena itu, sebagai multiplier effect akan terjadi pertumbuhan industri komponen otomotif, terutama powertrain. Komponen powertrain saja mencapai 30 persen. Untuk mencapai komponen lokal 80 persen, maka perlu ada pabrik powertrain di Indonesia, tuturnya. 

Sebaliknya, produsen otomotif akan diberi insentif fiskal berupa pembebasan pajak kendaraan, baik yang ditarik oleh pemerintah pusat maupun daerah. Akan ada insentif pajak kendaraan dan pajak penghasilan, tapi masih dikaji bagaimana bentuknya, kata Hidayat. Sementara, empat pemain besar otomotif menyatakan minat untuk ikut terlibat dalam proyek pemerintah mengembangkan mobil murah dan ramah lingkungan. 

Keempatnya berasal dari Jepang, yakni Daihatsu, Toyota, Suzuki, dan Nissan. Setelah Daihatsu, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengaku baru saja menerima proposal yang diajukan oleh Nissan Motor Co Ltd untuk bergabung dalam pengembangan mobil murah dan ramah lingkungan. Bahkan, salah satu produsen China juga berminat untuk ikut dan menanyakan konsep pengembangan mobil tersebut. (cr-1/oto/iz)

Bangun Mobil Murah Pedesaaan, Kemenperin Minta Rp141 M pada RABN 2012

Okezone.com - MEDAN - Kementerian Perindustrian (Kemenperin), mengusulkan anggaran sekitar Rp141 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2012 untuk pengembangan kendaraan angkutan umum murah pedesaaan.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, saat ini, ada dua program yang berjalan paralel yaitu low cost and green car atau mobil penumpang murah dan ramah lingkungan untuk kelas 1.000 cc dan 1.200 cc.

“Dengan komponen utama engine, transmisi, dan axle dibuat di dalam negeri dan melibatkan para prinsipal Multi National Company (MNC),” kata Hidayat di Medan akhir pekan lalu.

Selain itu, lanjut Hidayat, program lainnya yakni mobil angkutan umum murah berbentuk pick up untuk pedesaan. “Sebagai program Pro Rakyat, kelas 700 cc, memanfaatkan semaksimal mungkin komponen di dalam negeri, melibatkan BUMN dan swasta dalam negeri,” ucap Hidayat.

Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kemenperin Budi Darmadi mengatakan, program mobil pedesaan akan dilakukan secara bertahap karena membutuhkan teknologi yang modern. “Ini baru usulan. Kita lihat ada program-program yang butuh pembiayaan. Ini konsep tidak bikin line produsi banyak sekaligus, tapi sedikit dan bertahap,” kata Budi.

Budi memperkirakan, harga dari mobil tersebut adalah sekitar Rp50 juta. “Target pasarnya tergantung demand pasar. Pasar harus simple,” ucapnya.

Budi menambahkan, sejumlah prinsipal kendaraan nasional seperti Tawon dan Gulirkan Energi Alternatif (GEA) sudah bisa memproduksi mobil pedesaan.

Dihubungi terpisah, Ketua Bidang Marketing/Komunikasi Asosiasi Industri Automotif Nusantara (Asia Nusa) Dewa Yuniardi mengaku, pihaknya memang sudah bertemu dengan pemerintah untuk membicarakan program mobil pedesaan. Namun, hingga saat ini, belum ada perkembangan terbaru dari rencana program itu.

“Saya sudah ketemu pemerintah sebelum Lebaran. Tapi itu baru omongan saja. Saya dengar memang bakal ada dana dari pemerintah. Terakhir saya mendengar itu masih digodok. Tapi sampai sekarang masih belum jelas,” kata Dewa.

Kendati demikian, Dewa memastikan, anggota-anggota Asia Nusa siap untuk memproduksi mobil pedesaan. “Prinsipal mobil BUMN itu GEA. Jadi, kemungkinan dana aliran dari pemerintah akan melalui GEA lalu dilanjutkan ke swasta seperti Kancil dan Tawon. Koordinasinya lewat GEA. GEA itu sebagai leader,” ucapnya.

Dewa menilai, dana yang bakal diberikan pemerintah masih kurang. Idealnya, dana yang dibutuhkan untuk menjalankan program tersebut adalah sekitar Rp1,5 triliun. “Tapi itu kan masih dalam tahap awal. Jadi, dana Rp141 miliar boleh saja. Akan terjadi secara bertahap,” jelasnya.

Dewa memperkirakan, harga dari mobil pedesaan itu tidak akan melebihi Rp70 juta per unit. Selain itu, program mobil murah dan mobil pedesaan adalah salah satu cara agar pemerintah bisa merangkul semua prinsipal mobil.

“Pemerintah bingung. Kalau prinsipal yang bukan lokal ngambek, nanti malah tarik investasinya dari Indonesia. Kami hanya bisa berharap dan menghimbau saja, jadi nggak bisa menargetkan apa-apa. Dukungan pemerintah terhadap mobil nasional juga masih kurang,” tutup Dewa. (mrt) (Sandra Karina/Koran SI/rhs)

Tahun 2015 Subsidi BBm sudah tidak ada lagi

JAKARTA--MICOM: Pemerintah serius ingin mengurangi beban subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kerap kali memberatkan anggaran negara. Penyelenggara negara menargetkan Indonesia bebas dari subsidi BBM pada 2015.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Widjajono Partowidagdo mengatakan, pemerintah akan mendorong program konversi BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG) untuk memuluskan niat tersebut.

"Kita akan dorong secara bertahap penggunaan gas sebagai bahan bakar untuk kendaraan pribadi dan kendaraan umum. Jadi nanti Indonesia bisa bebas dari subsidi BBM," kata Widjajono di sela acara Go Gas Indonesia National Forum di Jakarta, Senin (5/12).

Ia menerangkan, untuk tahap awal, pemerintah akan mulai menerapkan kebijakan tersebut bagi kendaraan pribadi di wilayah Jabodetabek. Mobil pribadi di kawasan tersebut akan diberi dua pilihan, yaitu menggunakan BBM nonsubsidi seperti Pertamax atau bahan bakar gas (BBG).

Mobil pribadi yang tergolong mewah akan diwajibkan memakai BBM nonsubsidi. Namun, mobil "sejuta umat" akan dianjurkan menggunakan BBG jenis Liquid Gas Vehicle (LGV), yang tergolong murah.

"Harga LCV Rp5.600 per liter. Memang lebih mahal dibandingkan premiun, tapi jauh lebih murah dibandingkan dengan pertamax yang harganya Rp8.600 per liter," kata dia.

Sementara sepeda motor, ujar Widjajono, diminta menggunakan energi bahan bakar listrik seperti yang diterapkan di China. "Tapi kita akan dorong agar motor juga bisa menggunakan BBG LGV," kata dia.

Seiring dengan kesiapan infrastruktur konversi BBG, kebijakan tersebut akan diperluas ke kawasan Jawa-Bali. Target besarnya adalah penggunaan BBG oleh kendaraan umum di seluruh Indonesia pada tahun 2015. Kendaraan umum akan diminta menggunakan compressed natural gas (CNG) atau gas alam terkompresi. Saat ini, BBG CNG digunakan moda transportasi umum seperti Transjakarta dengan harga Rp3.100 per liter.

"Tahun depan di Jabodetabek akan diterapkan seperti itu. Pada 2015 diharapkan semua provinsi di Indonesia juga ikut," tegasnya.

Ia mengaku, pihaknya berencana untuk mengusulkan anggaran sebesar Rp960 miliar sebagai dana penunjang pembangunan infrastruktur penunjang program konversi BBM ke BBG. Namun, hal tersebut masih dibicarakan dengan Kementerian Keuangan.

"Nanti kita bicarakan dengan Kementerian Keuangan," kata dia. (Atp/OL-3)

Diferencia y Repetición



El magnetista está sentado en su escritorio negro de diseño italiano. Escribe. Escribe notas en su libro de notas. La lluvia plomiza cae con gotas grises tras los cristales. Y su letra perfecta dice: 

“Ismael abre la puerta con la lluvia a sus pies dejando huellas grises en su paso lento hacia el diván. Se recuesta y detiene su pensamiento antes de hablar…”

De modo abrupto un ruido brutal. Es la puerta que se abre y saca al magnetista de su escritura. Es Azul que entra intempestiva, como una tormenta en madrugada. Esta mojada por la lluvia que transparenta sus senos detrás de la camisa blanca, con minifalda negra y botas de montaña negras. 

“Ismael comienza a hablar pero se interrumpe por la entrada Azul a su sesión y la mira atónito. Sin saber qué hacer…”

Azul no ve al magnetista en el escritorio desde donde escribe. El magnetista la ve divagar por el salón hasta que se pone de rodillas frente al diván. Sus piernas blancas y delgadas y la posición de su cuerpo dejan intuir que no tiene bragas. Vino desnuda. 

“Ismael la mira asombrado cuando Azul lentamente, con la precisión del felino frente a su presa de caza, descorre la cremallera de Ismael y besa despacio su sexo… Ismael mira pasmado al magnetista. El magnetista mira sorprendido la escena y no sabe reaccionar”

Azul arrodillada frente al diván, hace una felatio al aire, al vacío. El magnetista la mira hacer detrás del escritorio, desconcertado. 

“Ismael se retira al goce. Azul lame y bebe, interna su boca y explora aromas y sentidos. Y en un giro inesperado, de esos de gato con luna, sube a horcajadas al cuerpo de Ismael. Todo es tan rápido que el magnetista sólo atina a decir de pie: Azul estas violando la intimidad de mi paciente…”

Finalmente Azul se recuesta sobre el diván, exhausta. El magnetista se acerca y ella no lo ve. Está sola con su diálogo justificante, explicaciones circulares. En Azul toda repetición es diferencia (piensa el magnetista). Cuando ha terminado de dar explicaciones, se levanta y cierra la puerta dejando el perfume de su éxtasis en la habitación. 

El magnetista no fuma. Pero enciende una pipa con tabaco aroma a chocolate para que el humo disipe lo que acaba de pasar. Pero el humo no disipa la lluvia. Es hora. Ismael abre la puerta con la lluvia a sus pies dejando huellas grises en su paso lento hacia el diván. El magnetista sabe que Azul no puede tardar en llegar. Para que haya diferencia todo tiene que repetirse.


Safe Creative #1110290399933

Nenek 50 Tahun yang Seksi

Percaya tdk..??? Penyelenggara kontes nenek seksi minimal 50 tahun di Las Vegas menegaskan bahwa mereka semua berusia 50 Tahun.

Acara ini berlangsung di Las Vegas.

Kalau punya istri spt ini di usia 50 an ... Wach ... Panti pijat ngak laku dech ... :)