Popular Posts

Mobil Pemda DKI Pakai Gas pada 2012

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo telah mewajibkan seluruh mobil Pemerintah Daerah (Pemda) dan angkutan umum di DKI Jakarta untuk menggunakan gas (Compressed Natural Gas/CNG) pada 2012.

"Gubernur DKI sudah menandatangani itu, jadi tinggal kita lihat aplikasinya seperti apa nanti, benar-tidak itu dijalankan," kata Kepala Biro Fasilitasi Penanggulangan Krisis dan Pengawasan Energi Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional, Saleh Abdurrahman, usai mengikuti Mercedes-Benz Automotive Symposium di Jakarta, Selasa (26/7).

Ini merupakan bagian dari pemerintah yang secara perlahan melakukan pergantian penggunaan bahan bakar di masyarakat mengingat tren ke depan transportasi masih akan mendominasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di tanah air. "Jadi penggunaan premium dan sejenisnya masih akan tinggi, sedangkan penggunaan gas kecil," ujar dia.

Untuk berpindah dari BBM ke CNG ternyata setelah dipelajari tidak efektif menggunakan converter. Karena itu, menurut dia, produsen terpaksa harus membedakan mobil dengan bahan bakar minyak dengan yang menggunakan CNG. "CNG ini bahkan sudah ditetapkan harga jual di tingkat end user, Rp3.100 per lsp," katanya.

Keputusan penggunaan CNG di satu daerah, berdasarkan kebijakan Pemda, jadi tidak dapat diketahui di daerah mana lagi perubahan penggunaan bahan bakar ini akan diberlakukan. Namun demikian, ia memastikan pemerintah pusat siap mensuplai gas untuk CNG ini secara berkelanjutan.

"Kita sudah siap, kita siap. Tidak, kita tidak jual gas ke negara lain, itu kan kontrak-kontrak lama yang dijual ke negara lain sekarang pemerintah tidak lagi menjual gas keluar negeri, akan kita gunakan sendiri," tegas Saleh.

Secara perlahan BBM dapat digantikan sesuai dengan kebijakan pemerintah tentang penggunaan BBM pada 2025 yang hanya 20 persen dari penggunaan energi. Penggunaan CNG, ia meyakini dapat mengurangi penyelewengan dalam penggunaan minyak atau BBM.

Dengan mengganti BBM dengan CNG 10 persen diperkirakan akan menghemat 38 juta kilo liter (KL) BBM dengan nilai mampu mencapai Rp1.000 triliun.(Ant/BEY)

No comments:

Post a Comment