Popular Posts

Mobil Murah dan Kemacetan Total Jakarta

Pemerintah berharap para produsen bisa membuat mobil murah dengan kisaran harga Rp 80 juta.

VIVAnews - Rencana pemerintah untuk menggalakkan program mobil murah (low cost car) di tanah air, nampaknya tidak akan berjalan mulus. Pasalnya, beberapa produsen menyatakan belum seluruhnya siap.

Salah satunya PT Hyundai Mobil Indonesia. Perusahaan Korea ini mengatakan bahwa tidak mudah membuat mobil murah dengan spesifikasi seperti yang direncanakan pemerintah.

"Selain soal harga jualnya, konsumsi bahan bakarnya yang ditarget sekitar 1 liter untuk 20 km, dengan harga jual dibawah Rp 100 jutaan kan tidak mudah," kata Vice President Director PT Hyundai Mobil Indonesia, Mukiat Sutikno di Jakarta, Jumat 19 Agustus 2011.

Diketahui, pemerintah mengharapkan para produsen bisa membuat mobil murah dengan kisaran harga Rp 80 jutaan. Dengan spesifikasi tersebut, katanya, berarti produsen harus membuat mesin baru yang tentunya bakal menambah ongkos produksi dan investasi manufacturing.

"Kalaupun dipaksakan, mobil murah ini harus punya volume yang banyak. Kisaran 1.000 unit perbulan saja rasanya masih belum cukup. Idealnya di angka 2.500 - 3.000 unit perbulan, tapi apakah bisa?" tanya Mukiat.

Tapi itu bukan berarti Hyundai tidak tertarik untuk ikut memasarkan mobil murah. Setidaknya, lanjut Mukiat, pemerintah juga harus lebih kompromis dengan kemampuan tiap-tiap produsen otomotifnya.

Sebelumnya Suzuki Motor Corporation menyatakan kesiapannya turut serta membangun mobil murah di Indonesia. Komitmen ini langsung disampaikan CEO Suzuki Motor Corp Osamu Suzuki saat berkunjung ke Indonesia November tahun lalu.

Suzuki merupakan produsen mobil kedua setelah Daihatsu yang menyatakan komitmennya. "Kami mau tahu seperti apa ketentuannya," kata dia saat itu. Ketentuan yang dimaksud, antara lain standar emisi gas buang, konsumsi bahan bakar, dan harga jual yang kompetitif.

Namun, di sisi lain, regulasi mobil murah mendapat tentangan dari Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Pol Royke Lumowa. Ia menilai peraturan ini akan berdampak negatif, karena memicu ledakan kendaraan di ibu kota. Tak ayal prediksi Jakarta macet total akan lebih cepat dari prediksi sebelumnya.

"Kebijakan ini justru akan membuat beban kemacetan Jakarta bertambah, karena terjadi ledakan kendaraan," kata Royke.

Menurutnya, regulasi mobil murah akan merangsang masyarakat untuk tetap menggunakan kendaraan pribadi ketimbang angkutan umum. "Kebijakan ini justru bisa menghambat solusi jangka panjang mengatasi kemacetan di Jakarta dengan membatasi produsen kendaraan bermotor," ujarnya.

Royke menambahkan, setiap harinya, ada 120 pengajuan surat untuk kendaaraan baru roda empat di Polda Metro Jaya. Alhasil, pergerakan kendaraan di Jakarta terus menurun hingga mencapai 12 kilometer per jam.
• VIVAnews

No comments:

Post a Comment