Popular Posts

Regulasi mobil murah akan merangsang masyarakat untuk tetap menggunakan kendaraan pribadi

VIVAnews - Rampungnya regulasi program mobil murah (low cost car) pada akhir Juli ini, akan berdampak terjadinya ledakan kendaraan di ibu kota. Tak ayal prediksi Jakarta macet total akan lebih cepat dari prediksi sebelumnya.

"Kebijakan ini justru akan membuat beban kemacetan Jakarta bertambah, karena terjadi ledakan kendaraan," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Pol Royke Lumowa kepada VIVAnews.com di Jakarta, Kamis 28 Juli 2011.

Menurutnya, regulasi mobil murah akan merangsang masyarakat untuk tetap menggunakan kendaraan pribadi ketimbang angkutan umum. "Kebijakan ini justru bisa menghambat solusi jangka panjang mengatasi kemacetan di Jakarta dengan membatasi produsen kendaraan bermotor," ujarnya.

Jauh lebih baik, kata Royke, regulasi mobil murah hanya diperuntukan untuk kendaraan umum, bukan untuk mobil pribadi. "Ini akan jauh lebih efektif untuk mengurangi kemacetan dan polusi di Jakarta," tegas Royke. Menurut Royke, setiap harinya, ada 120 pengajuan surat untuk kendaaraan baru roda empat di Polda Metro Jaya.

Begitu juga untuk kendaraan roda dua, meski mengalami kenaikan yang tidak tajam. Tapi penambahan kendaraan roda dua setiap hari ada 900 unit lebih. Wilayah yang paling banyak pengajuannya adalah Jakarta, Bekasi, dan Tangerang. Alhasil, pergerakan kendaraan di Jakarta terus menurun hingga mencapai 12 kilometer per jam.

Berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Pada tahun 2009, jumlah kendaraan bermotor mencapai 9.993.867. jumlah ini meningkat 15 persen pada tahun 2010 dengan jumlah 11.362.396 yang terdiri dari roda dua sebanyak 8.244.346 unit dan roda empat sebanyak 3.118.050 unit.

Jumlah ini belum ditambah dengan jumlah angkutan yang melintas dalam satu trayek yang menurut data Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sebanyak 859.692 armada. Sedangkan panjang jalan di Jakarta hanya 7.650 km dan luas jalan 40,1 km atau 0,26% dari luas wilayah DKI. Sedangkan pertumbuhan panjang jalan hanya 0,01% per tahun.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian, MS Hidayat mengatakan pemerintah kedepannya akan memberikan regulasi mobil murah dan ramah lingkungan, sebagai bentuk dukungan dalam industri otomotif. Salah satunya menurangi biaya pajak penghasilan berupa Peraturan Menteri Keuangan (PMK) sebagai revisi dari insentif Peraturan Pemerintah No 62 tahun 2008 tentang insentif fasilitas pajak penghasilan untuk penanaman modal di bidang tertentu dan atau di daerah tertentu.

"Rencananya akhir Juli ini regulasinya akan dikeluarkan," kata Hidayat usai menghadiri pembukaan IIMS 2011 di JiExpo Kemayoran, Kamis 21 Juli 2011.

Selain merevisi PP No 62 tahun 2008, terkait program ini, pemerintah juga mempersiapkan peraturan tambahan tentang penyerapan komponen lokal Indonesia. Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) mobil diusulkan menyerap 90 persen suku cadang lokal dari posisi sekarang maksimal 60-70 persen. "Sektor otomotif dan elektronik menunjukkan pertumbuhan paling tinggi. Diprediksi pada kuartal kedua tahun ini, jumlahnya mencapai lebih dari 18 persen. Belum lagi sektor otomotif menyerap 100 ribu tenaga kerja," tuturnya.

Ia berharap jika nantinya regulasi ini sudah dikeluarkan, produksi kendaraan akan terus meningkat. Untuk itu, pemerintah akan mengatur distribusi kendaraan-kendaraan agar tidak menumpuk di Jabodatek. Selain itu, kata dia, kuota ekspor kendaraan roda empat ke luar negeri juga akan diperbesar. "Selama ini ekspor mobil baru mencapai 20 persen," tuturnya.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) Sudirman MR mengatakan saat ini total kapasitas maksimum perakitan mobil di Indonesia sebesar 860.000 unit. "Kami semua perwakilan mobil dari Jepang, Korea, Amerika, Eropa dan Cina ingin situasi ekonomi dan politik di Indonesia mendukung, agar dapat terus meningkatkan inverstasinya di Indonesia," kata Sudirman yang juga menjabat Vice President PT Astra Daihatsu Motor. (eh)
• VIVAnews

No comments:

Post a Comment