Popular Posts

Kata Kata Bijak

Kata kata bijak merupakan untaian kata kata indah penuh dengan makna, dan umumnya kata kata bijak ini merupakan beberapa kata yang membentuk kalimat berisi nasehat untuk kehidupan. Banyak sekali jenis kata kata bijak namun selalu ada pesan yang akan di sampaikan di setiap untaian kalimat tersebut. Dalam perjalanan hidup manusia banyak hal akan di alami, susah senang, sedih gembira, pahit manis, gagal sukses merupakan bagian dari perjalanan hidup. Hidup terus berjalan, kadang berada di atas atau bahkan terpuruk. Saat mengalami persoalan hidup yang menyebabkan seseorang harus bangkit, kata kata bijak akan memberi motivasi dan juga pencerahan.. :-) :p :D

Berikut ini beberapa contoh kata kata bijak :

Setiap persoalan pasti ada jalan keluarnya, kita mungkin tidak tahu tapi Tuhan tahu jalan keluarnya, Yakin dan Percayalah padaNya.

********* Kata Bijak ******** Kata Kata Bijak *********** Kata2 Bijak **************

Tuhan selalu ingin memberikan yang terbaik untukmu, Dia memiliki solusi untuk setiap masalahmu, lega untuk setiap kesedihanmu dan bahagia yang siap menantimu

********* Kata Bijak ******** Kata Kata Bijak *********** Kata2 Bijak **************

Siapapun kamu, apapun yang terjadi dalam hidupmu, kamu tetap punya kesempatan untuk memperoleh kebahagiaan dan menikmati kehidupanmu.

********* Kata Bijak ******** Kata Kata Bijak *********** Kata2 Bijak **************

Jangan pernah lelah untuk melakukan satu kebaikan, walaupun itu hanya hal yang sangat kecil, terkadang kebaikan kecil yang kamu berikan juga mampu membuat bahagia orang yang menerimanya.

********* Kata Bijak ******** Kata Kata Bijak *********** Kata2 Bijak **************

Sebetulnya masih banyak sekali contoh contoh kata kata bijak, baik kata bijak kehiudpan, kata mutiara bijak, kata bijak lucu, Status FB kata bijak dan muasih buanyak lagi.. :-) :-)

Teori Albert Einstein

Dalam tahun 1905, Einstein, seorang pegawai kantor paten di Swiss, memulai debutnya dalam fisika dengan mengungkapkan teori khusus relativitas melalui makalah yang berjudul “On the Electrodynamics of Moving Bodies”. Ada dua asumsi yang diangkat, yakni bahwa semua hukum fisika bersifat sama ditinjau dari kerangka acuan apapun, dan kecepatan cahaya bersifat tetap yang tidak tergantung pada kerangka acuan apapun, baik pengamat maupun sumbernya.

Mekanika klasik memaklumi asumsi pertama dan sedikit mempermasalahkan asumsi yang lain. Asumsi kedua setidaknya menjungkirbalikkan anggapan dasar mekanika Newton. Einstein mengungkapkan bahwa ruang-waktu adalah relatif diukur dari kerangka acuan kecepatan cahaya yang tetap. Kesimpulan ini bertolakbelakang dengan mekanika klasik yang menganggap bahwa besaran waktu adalah absolut dimana kecepatan cahayalah yang bersifat relatif. Kesimpulan ini kemudian terkenal sebagai versi khusus relativitas Einstein. Lebih dari satu dekade setelahnya, Einstein mengusahakan penjelasan yang holistik mengenai asumsi-asumsinya dalam berbagai konsep fisika, misalnya termodinamika, elektromagnetisme, dan terakhir gravitasi. Penjelasan relativistik mengenai gravitasi kemudian menghasilkan apa yang disebut sebagai versi umum relativitas Einstein. Stephen Hawking menancapkan relativitas Einstein jauh menembus galaksi dan tepi alam semesta, melalui teori dentuman besar (big bang) dan lubang hitam (black hole).

Pada mulanya, para fisikawan menertawakan teori-teori Einstein sebelum bom atom diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki. Ekuivalensi energi-massa adalah konsekuensi paling nyata dari relativitas yang telah diaplikasikan dalam teknologi pertahanan paling mumpuni di zaman modern. Dengan asumsi-asumsi yang diajukan Einstein, para peneliti dengan sangat meyakinkan mampu memperkirakan besaran energi yang bisa dihasilkan dengan mengkonversikan beberapa unit renik massa dalam inti uranium, yang kemudian dimanfaatkan untuk meluluh-lantakkan segalanya dalam bentuk senjata penghancur maha dahsyat yang ditakuti setiap negara. Itulah bom atom atau “nuclier weapon”. Perkembangan selanjutnya, para ilmuwan memanfaatkannya untuk energi pembangkit listrik yang sangat melimpah dan bahan bakar satelit. Cibiran para ilmuwan pun berubah menjadi pujian bertalu-talu kepada Einstein. Satu hal yang paling saya permasalahkan dari teori-teori Einstein adalah pembatasan alam semesta pada kecepatan cahaya, di mana kecepatan cahaya dianggap sebagai batas maksimal kecepatan yang bisa dicapai semua objek yang ada, tak terkecuali.

Boleh saja kita menggambarkan diagram ruang-waktu dengan satuan yang sama untuk waktu maupun ruang. Misalnya menggunakan satuan meter untuk ruang dan begitu pula untuk waktu (1 meter waktu didapatkan dari waktu yang diperlukan suatu berkas cahaya untuk bergerak sejauh 1 meter). Jika suatu benda bergerak misalnya 3 meter dalam ruang dan 3 meter dalam waktu, garis dunianya membentuk sudut 45o, dimana garis dunia ini merupakan garis dunia kecepatan cahaya, yang diyakini sebagai kecepatan maksimum benda-benda. Jika suatu benda bergerak 2 meter dalam ruang dan 3 meter dalam waktu, berarti materi tersebut bergerak dengan kecepatan 2/3 kecepatan cahaya. Masalahnya sekarang, jika ada suatu benda yang bergerak 3 meter dalam ruang dan 2 meter dalam waktu, maka benda tersebut dikatakan bergerak dengan kecepatan 3/2 kecepatan cahaya, yang berarti pula melampaui kecepatan cahaya. Berdasarkan perhitungan Einstein, benda-benda seperti ini tidak diizinkan ada di dunia ini. Namun, saya lebih suka mengatakan bahwa Einstein tidak bisa menjelaskan benda-benda yang bergerak di atas kecepatan cahaya.

Asumsi keberpasangan, saya duga, bisa diterapkan untuk masalah ini. Keberpasangan mengharuskan dimensi alam dibagi dalam dua sistem yang saling berpasangan: alam nyata dan alam gaib. Sekarang misalnya kita menganggap bahwa ruang-waktu sebagai garis lurus. Garis ini memiliki tiga titik simpul: dua titik di kedua ujungnya dan satu titik tepat di tengah-tengahnya. Titik pertama terletak di ujung kiri garis, yang nilainya v=0. Titik kedua terletak di tengah-tengah garis, yang nilainya v=c. Dan titik ketiga terletak di ujung kanan garis, yang nilainya v=∞. Titik-titik tersebut adalah batas-batas yang memungkinkan mereka bergerak dan beraktivitas dalam dimensinya masing-masing, dan saling mempengaruhi dengan mekanisme-mekanisme tertentu yang diperbolehkan.

Alam nyata terletak diantara titik v=0 sampai dengan titik v=c, yang telah dijelaskan dengan sangat baik oleh Newton, Einstein, dan Mekanika Kuantum. Materi yang mengisi spasi ini berbentuk partikel. Menurut Newton, partikel-partikel bersifat lembam, sehingga disebut kelembaman, yaitu cenderung diam pada titik v=0 atau bergerak beraturan dalam garis lurus. Apabila ada suatu gaya yang memaksanya untuk mengubah posisi atau dengan kata lain “bergerak”, maka arahnya akan selalu menuju titik v=c, sehingga gaya yang timbul adalah percepatan (arah yang dimaksud di sini berbeda dengan vektor gaya).

Relativitas khusus memberikan implikasi yang berbeda antara benda yang bergerak dan yang diam. Benda yang bergerak akan mengalami waktu yang lebih cepat daripada benda yang diam, disebut dilatasi waktu, dan akan melintasi ruang yang lebih pendek daripada benda yang diam, disebut kontraksi ruang. Faktor koreksinya telah dihitung Einstein sebesar (1-v2/c2)1/2. Koreksi ini mungkin tak bisa dirasakan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari, namun jelas ia akan berpengaruh besar pada benda-benda subatomik yang bekerja dengan kecepatan mendekati cahaya.

Selain itu, relativitas khusus juga mengharuskan sebagian yang sangat-sangat kecil dari entitas energi yang menyebabkan pergerakan tersebut yang diubah menjadi kelembaman, sehingga akan menambah berat benda. Apabila gaya diberikan terus-menerus, maka ia akan mengalami percepatan yang terus-menerus pula hingga mencapai kecepatan maksimum c, tidak boleh lebih, sehingga kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya tidak mungkin ada. Oleh karena itu, Einstein mengira bahwa jagat raya ini hanya sebatas c, tidak ada lagi benda yang sanggup hidup di atas c. Jika memang demikian, sekarang pertanyaannya, apakah masuk akal jika Tuhan menyia-nyiakan spasi kosong yang sangat besar di alam semestaNya?


Gelombang Elementer, Nukleoaktivitas, dan Gravitasi

Asumsi yang berdasarkan prinsip keberpasangan mengharuskan keberadaan suatu bentuk materi yang bisa dipasangkan dengan partikel elementer. Bentuk materi ini harus memiliki sifat-sifat yang bertolakelakang dengan partikel elementer. Ia harus bersifat tak lembam, yakni senantiasa bergerak tak hingga dalam kondisi netral sama sekali atau full-motion (metode kuantitatifnya adalah matematika inversi). Gaya yang timbul juga harus dalam bentuk perlambatan, lawan dari percepatan pada partikel elementer. Ia juga harus memiliki potensi massa yang melekat pada dirinya yang energetik. Dan yang terpenting, ia harus bukan dalam bentuk partikel-partikel diskrit yang pejal. Melihat ciri-ciri ini, satu-satunya kandidat yang paling rasional adalah gelombang, atau dalam hal ini kita bisa saja menyebutnya “gelombang elementer”.

Gelombang elementer menyebar dalam ruang-waktu secara homogen, mengisi seluruh ruang, dan membentuk dimensinya sendiri, yang berbeda dengan dimensi partikel elementer. Jenis materi ini menempati spasi alam yang diharamkan Einstein bagi setiap partikel, yakni ruang-waktu di atas c. Dalam kerangka keberpasangan, gelombang elementer adalah penyusun alam gaib, jin, malaikat, dan segala kehidupan di dalamnya, sedangkan partikel elementer adalah penyusun alam nyata, kehidupan manusia, dan semua kehidupan di dalamnya. Bisa jadi, peradaban jin telah menembus dunia kita, sehingga sungguh ironi karena bahkan fisika kita baru menyadari keberadaan mereka sekarang.

Bagaimana gelombang elementer membentuk nukleoaktivitas dan gravitasi? Pada masa-masa permulaan, ruang-waktu hanya diisi gelombang elementer. Polarisasi, superposisi, dan interferensi yang terjadi pada suatu titik, menyebabkan terjadi konsentrasi gelombang yang lebih tinggi dari sekitarnya. Gangguan-gangguan yang menyebabkan polarisasi, interferensi, dan superposisi ini bisa disebabkan oleh tumbukan antar partikel, sengatan listrik tegangan tinggi yang terfokus, dan faktor eksternal tertentu (misalnya kehendak Tuhan). Spot gelombang yang tercipta pada peristiwa ini, setiap saat menyerap elemen-elemen gelombang yang ada di sekitarnya terus-menerus, sehingga terbentuklah nukleoaktivitas. Karena nukleoaktivitas memiliki kecenderungan menarik material gelombang di sekitarnya, maka ia pun akan menyapu luas daerah dengan radius yang sesuai dengan kekuatan inti. Apabila suatu nukleoaktivitas memasuki wilayah nukleoaktivitas lain, maka akan terjadi persaingan, sehingga akan terjadi semacam aksi pada jarak. Aksi pada jarak mungkin bisa disebut gaya osmotik. Gaya inilah yang kemudian dipopulerkan Newton dengan nama gravitasi, dan merupakan gaya primordial yang mula-mula terbentuk.

Mekanisme seperti ini tentu bisa direkayasa dalam suatu skenario eksperimen, namun tentu membutuhkan perhitungan matematika yang matang, upaya yang luar biasa besar, alokasi waktu yang cukup, dan tentunya dana yang besar pula. Beberapa dekade ini, dari tahun 80-an, suatu tim fisika raksasa multinasional di perbatasan Swiss-Prancis mengembangkan suatu eksperimen yang mirip dengan skenario ini. Eksperimen ini disebut megaproyek Large Hadron Collider (LHC)4. Suatu lintasan magnetik yang berputar (sinklotron) ditanam pada kedalaman 200 meter di bawah tanah, dengan panjang mencapai 27 kilometer. Pada beberapa bagian lintasan dibangun ruang isolasi untuk membenturkan dua arus partikel berlawanan arah yang akan melaju di lintasan. Suatu sumber proton dibangun di luar lintasan, dan dihubungkan dengan kanal parsial menuju lintasan. Suatu kali, semburan proton dari sumber ini diarahkan ke lintasan dengan arah sesuai jarum jam. Berkas-berkas ini dipercepat dengan medan magnetik super-kuat yang sudah dililitkan di kanal lintasannya, hingga mendekati kecepatan cahaya. Pada saat yang lain, semburan proton berikutnya diarahkan ke lintasan di kanal yang berbeda dari sebelumnya dan dengan arah berlawanan jarum jam. Berkas-berkas ini juga dipercepat dengan medan magnetik super-kuat yang telah dipasang di kanal, hingga mencapai kecepatan cahaya. Ketika kedua arus proton ini dianggap cukup siap, mereka diarahkan ke ruang isolasi. Secepat kilat, mereka akan menciptakan benturan maha-dahsyat. Menurut para fisikawan, benturan ini adalah simulasi pada masa permulaan alam, simulasi big bang. Partikel-partikel penyusun proton pun akan berceceran tak karuan.

Suatu kekhawatiran diungkapkan beberapa fisikawan, bahwa tumbukan partikel yang demikian dahsyat ini akan menciptakan lubang hitam, sehingga akan menjadi bencana besar bagi eksistensi bumi dan manusia5. Timbulnya lubang hitam yang banyak dikhawatirkan para kritikus bisa jadi adalah bentuk spot nukleoaktivitas primitif, bukan lubang hitam.


Cikal-bakal Teknologi Piring Terbang

Bayangkan alam dengan segala keluasannya! Alam adalah objek sains yang sangat kompleks. Struktur dan keluasannya yang sungguh luar biasa membuat manusia yang bertempat di sebuah planet kecil di pedalaman semesta beranggapan bahwa alam ini hanyalah sebatas yang kita tempati dan yang kita lihat di langit. Kalaupun ada benda-benda lain di luar angkasa, mereka semua berpusat pada bumi kita. Anggapan ini lahir pada saat-saat awal bangkitnya peradaban ilmiah. Oleh Aristoteles, hipotesis tersebut dianggap fakta sebelum mereka benar-benar membuktikannya. Pandangan yang menganggap bumi sebagai pusat semesta selanjutnya disebut geosentrisme. Dengan pengukuhan institusi gereja, teori ini dapat bertahan hingga ribuan tahun selanjutnya.

Pada abad modern, manusia baru menyadari bahwa alam ini tak sesederhana dugaan mereka. Bumi adalah salah satu dari sembilan planet (atau lebih) yang mengorbit matahari. Matahari adalah salah satu dari tak kurang 100 miliar bintang yang melingkupi galaksi Bimasakti. Dan Bimasakti adalah salah satu dari sekian ribu galaksi yang meliputi suatu gugus atau cluster galaksi. Dan bahkan gugus tersebut pun merupakan salah satu dari sekian juta kelompok benda langit yang sama dalam suatu tatanan yang lebih besar lagi, dan begitu seterusnya. Melihat fakta ini, apakah masuk akal jika alam yang demikian luas ini hanya terdapat “manusia” saja sebagai pengelolanya?

Sekarang, bayangkan apabila dalam setiap galaksi terdapat satu saja planet yang mirip dengan bumi. Apabila jagat raya memiliki galaksi sampai dengan miliaran jumlahnya, maka seharusnya terdapat miliaran pula jenis makhluk yang mirip dengan manusia. Itu pun kalau setiap kehidupan digeneralisasikan seperti kehidupan manusia di bumi. Merekalah yang dikenal masyarakat kita sebagai alien. Secara inplisit, Alquran menyatakan keberadaan alien dengan menekankan bahwa manusia hanyalah pengelola bumi: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” (QS. 2:30)”.

Berdasar beberapa pertimbangan ini, asumsi mengenai keberadaan alien tentu bukan sekedar omong-kosong. Peradaban mereka diyakini telah jauh melampaui peradaban manusia. Salah satu fenomena yang telah mencapai bumi adalah Unidentified Flying Object (UFO), atau yang terkenal sebagai piring terbang. Konsep gelombang elementer, nukleoaktivitas, dan gravitasi adalah cikal-bakal teknologi piring terbang dalam peradaban kita di planet bumi.

Teknologi piring terbang meniru teknologi alam, seperti umumnya teknologi-teknologi yang lain. Mekanisme ini sudah umum digunakan dalam teknik kreativitas para insinyur, misalnya membuat helikopter dengan meniru bentuk capung, membuat pondasi gedung pencakar langit dengan kontruksi yang meniru bentuk cakar ayam, membuat pesawat terbang dengan meniru bentuk burung, membuat kapal selam dengan meniru bentuk ikan, dan sebagainya. Pendekatan ini disebut biomimetika6.

Bentuk piring terbang yang mirip cakram atau dua piring yang saling menutup sebenarnya juga menggunakan pendekatan biomimetika. Struktur piring terbang meniru struktur benda-benda langit, misalnya tata surya dan galaksi. Teknologi piring terbang tidak seperti teknologi pesawat konvensional yang menggunakan mesin jet. Para insinyur, para fisikawan, sutradara film fiksi ilmiah, para pelukis, dan bahkan para paparazi yang membuat foto-foto imitasi piring terbang sudah begitu maklumnya dengan mekanisme jet leg dan momentum pada pesawat terbang, sehingga mereka menggeneralisasikannya sebagai satu-satunya teknologi terbang, termasuk untuk kasus piring terbang ini.

Dalam mesin utama piring terbang, dari inti pusat cakramnya, nukleoaktivitas mengendalikan seluruh struktur pesawat, dengan cara manipulasi gravitasi (kita mungkin bisa menyebutnya sebagai “piston” gravitasi). Nukleoaktivitas berfungsi sebagai sumber energinya, seperti matahari yang berada di pusat tata surya atau bintang inti bimasakti yang berada di pusat galaksi. Nukleoaktivitas atau piston gravitasi bekerja dari suplai energi elemen-elemen gelombang di sekitarnya. Jenis bahan bakar tersebut tersedia bebas dan sangat-sangat melimpah di setiap bagian ruang alam manapun, karena gelombang elementer menempati seluruh ruang. Ini keuntungan pertama pesawat piring terbang, karena kita tidak usah bingung memikirkan bagaimana cara membuat tangki yang sangat besar untuk membawa bahan bakar dalam ekspedisi luar angkasa. Bahan bakar tersedia di sepanjang jalan menuju planet tujuan misi ekspedisi kita.

Dalam sistem ekstraterestrial, misalnya galaksi bimasakti dan tata surya, selalu ada inti di pusat cakramnya. Inti atau nukleoaktivitas itulah yang menjadi sumber energi dalam pergerakan dan pertahanan diri sistem tersebut untuk menyeimbangkan posisi mereka dalam interaksi mereka terhadap kekuatan nukleoktivitas lain (interaksi yang dimaksud di sini adalah gravitasi). Kekuatan nukleoaktivitas itulah yang memungkinkan bumi mampu melakukan gerak revolusi terhadap matahari, atau meteor yang jatuh bebas ke permukaan bumi, atau matahari yang melakukan gerak revolusi terhadap inti bimasakti. Gerak revolusi dan jatuh bebas adalah mekanisme paling umum dalam interaksi gravitik. Dan ini, saya kira, juga bisa diterapkan dalam mekanisme gerak piring terbang.

Mekanisme gerak piring terbang bisa dianalogikan seperti olah raga lompat tinggi. Altlet lompat tinggi menggunakan tongkat yang panjang dan lentur untuk mencapai ketinggian maksimal. Ujung tongkat yang dihujamkan ke tanah menentukan titik acuan dalam membentuk lintasan orbit si atlet menuju ketinggian maksimal di atas mistar pembatas. Ketika keseimbangan orbitnya terhadap titik acuan tersebut tercipta, si atlet bergerak secepat kilat menuju puncak mistar. Ketika mencapai puncak yang maksimal, si atlet buru-buru mengubah titik acuan keseimbangannya ke tempat yang dituju, untuk kemudian melakukan gerakan jatuh bebas ke atas permukaan matras. Dalam hal ini, titik ketika ia mulai menghujamkan tongkat adalah tempat asal dan matras adalah tempat yang dituju.

Untuk kasus piring terbang, misalnya kita yang ada di bumi akan menuju suatu planet di rasi bintang orion dengan pesawat piring terbang. Persiapan pertama adalah mengukur berapa derajat jarak si planet tersebut dari titik acuan yang akan kita gunakan, misal bintang orion, dengan menggunakan peralatan navigasi. Setelah tahap navigasi selesai, dengan mesin manipulator gravitasi, kita arahkan fokus gravitasi piring terbang kita menuju bintang orion. Kemudian, hitung berapa besar kelengkungan orbit yang harus dilalui piring terbang kita, sedemikian rupa sehingga si planet yang akan kita tuju harus berada di salah satu titik pada garis orbit piring terbang kita terhadap bintang orion tersebut. Lalu mulailah nyalakan mesin piring terbang dan terbanglah sesuai dengan ukuran-ukuran yang telah ditetapkan sebelumnya. Piring terbang kita akan melewati sepanjang orbit yang diciptakan terhadap titik acuan bintang orion. Setelah kita mendekati si planet dengan jarak optimal yang diperbolehkan, gunakanlah mode jatuh bebas. Mode jatuh bebas ini dilakukan dengan mengubah titik acuan dari bintang orion ke pusat nukleoaktivitas si planet. Gerak jatuh bebas akan mendekatkan piring terbang kita dengan permukaan planet. Pada jarak yang cukup dekat, piring terbang kita bisa landing secara vertikal di atas permukaan si planet, yang tentu dengan menggunakan manipulasi gravitasi tertentu pula. Dan begitu seturusnya mekanisme ini bisa digunakan dalam setiap perjalanan kita selanjutnya.


Mimpi Einstein

Ketika Einstein masih hidup, beliau pernah meramalkan bahwa seratus tahun setelah era beliau, manusia akan mencapai puncak peradabannya. Pada saat itu, manusia sudah bisa bepergian ke luar angkasa untuk membentuk koloni di sana (mimpi ini sekarang diteruskan Hawking7) dan bisa mengatasi kematian. Saya setuju pada hal pertama dan kurang setuju pada hal yang kedua. Para ahli sejarah sepakat bahwa tonggak kebangkitan era Einstein terjadi pada tahun 1905, ketika beliau mengajukan makalah-makalahnya kepada masyarakat sains, terutama makalah tentang relativitas. Saat ini masa telah memasuki tahun 2008, yang berarti telah lewat seratus tahun setelah masa beliau. Apakah ada tanda-tanda ramalan Einstein akan terjadi? Saya sering merenung dan memperhatikan sekitar, sehingga saya memang telah mendapatkan tanda-tanda itu. Di sana-sini saya menyaksikan kelompok pemuda dengan mata tajam, smile-face, dan dengan air muka yang penuh semangat. Meskipun secara fisik mereka terlihat kurus-kering, mungkin karena mereka banyak berpuasa, secara berjamaah mereka senantiasa menjunjung tinggi panji kebangkitan manusia. Saya melihat, di awal abad 21 ini akan terjadi revolusi sistem kehidupan secara besar-besaran. Dan para pemuda penuh semangat itulah yang akan menjadi aktor utama kebangkitan tersebut, yaitu kebangkitan manusia menuju era piring terbang.

Sidak Dahlan Iskan ke ATC Sukarno-Hatta (pertengahan Februari 2012)

Minggu, pukul 06.00 wib, saat jalanan di Jakarta masih lengang, mobil Mercy L 1 JP melaju kencang menuju bandara Soekarto Hatta. Penumpangnya hanya berempat. Pak Menteri BUMN, aku dan pak Jusak. Pak Dis duduk di depan kiri berdampingan dengan Zahidin, sopir pribadinya. Sedangkan aku dan pak Jusak, duduk di belakang. Kami berdua seperti juragan di mobil mewah itu. Terlihat beberapa botol air mineral dan camilan kecil tersedia rapi. Juga ada permen.

''Kita berangkat pagi, krn aku pingin mampir ATC (Air Traffic Control) Soeta,'' kata pak menteri sambil menggulung lengan hem bergaris warna biru yang dikenakan. Sesegera mungkin, tas kopor kutarik dan kumasukkan ke dalam bagasi mobil berwarna hitam metalik itu. Sepinya jalanan ibukota, membuat Zahidin tancap gas full. Tidak sampai 1 jam, perjalanan menuju bandara Soeta dari Capital Residence, dilalui tanpa hambatan. Lucunya, saat sampai di pintu gerbang Perum Angkasa Pura (PAP), mobil melaju pelan. Pak menteri bergegas menurunkan kaca sambil menyapa sekuriti dan satpam yang tengah berjaga.

''Pagi, pak. Permisi, ya'' sapa pak Dis dgn ramah. Belum sempat menjawab, mobil yang membawa kita melaju menuju sebuah gedung paling ujung. Rupanya gedung ini adalah tempat paling vital milik PAP. Karena di gedung inilah letak berbagai mesin pengontrol lalu lintas udara yang ada di bandara Soeta. Belum sampai di tempat parkir, terdengar peluit dari security yang kita lalui. Dari belakang, kulihat petugas jaga yang ada di pos, berlari-lari menghampiri mobil kami. Dengan wajah garang, seorang petugas berbadan agak tambun menyuruh mobil kami kembali. 

Alasannya, tempat terlarang dan tidak boleh sembarangan orang masuk. Utk urusuan itu, pak Dis menyerahkan pada Zahidin. Sepintas, kulihat ada adu argumentasi antara sopir pribadi pak Dis dengan petugas security. Sedangkan Pak Jusak buru-buru mencari toilet. Apa yang terjadi, aku tidak tahu pasti. Bagiku, mengikuti langkah pak Dis yang sangat cepat, lebih penting. Setengah berlari, kuikuti langkah pak Dis menuju sebuah gedung yg salah satu mejanya bertuliskan receptionis.

''Pagi, Assalamulaikum, permisi,'' sapa pak Dis. Ternyata, ruangan itu kosong. Tak ada jawaban. Namun demikian, Pak Dis tetap bertahan dan berusaha memasuki ruang demi ruang yang ada sambil melihat-lihat keadaan. Kotor dan perlatan kantor berserakan tidak pada tempatnya. Disamping itu, terlihat meja kerja maupun meja tamu, terdapat botol air menieral, bekas piring makan dan satu lagi, asbak penuh puntung rokok. Padahal, ruangan itu full AC. Dingiiin. Bagiku, ini aneh... Meskipun minggu dikenal hari libur bagi masyarakat umum, tidak demikian dengan PAP dan dunia airline. Hari libur, justru hari-hari sibuk bagi instansi yang ada dalam salah satu BUMN tersebut. Makanya, ada 3 shif yang diberlakukan bagi karyawannya di bagian ini. Belum tuntas keanehanku, muncul suara nyanyian dari laki-laki yang ada di dlm ruangan yang ada di televisinya itu.

Akupun kembali mengeraskan suaraku mengucapkan salam. Bukan jawaban salam, yang kuterima, malah semprotan sinis. ''Siapa lo, pagi gini. Berisik amat,'' demikian jawab laki-laki berseragam dengan wajah ketus. Begitu melihat wajahku, laki-laki lain muncul dengan suara tak kalah garang. ''Siapa yang suruh masuk ke sini,'' katanya dengan suara lebih keras. Akupun tak mau kalah. ''Mana bosmu, pak menteri pingin ketemu,'' jawabku dengan tak kalah garang. Mendengar suara galakku, laki-laki yang ada di dalam, ikutan keluar. Sampai akhirnya ada lima orang lelaki yang bersiap menghadapiku.

Saat kutoleh ke belakang, pak Dis buru-buru beranjak pergi. Pak Dis keluar dan mencari-cari sendiri ruangan ATC. Akupun bergegas mengikuti langkah gesitnya. ''Lho, bukannya itu pak Dahlan Iskan ya,'' kata dua petugas yang masih muda dan ganteng. Tanpa menjawab, aku pergi berlari menguntit langkah pak Dis dari belakang. Kulihat, ada perubahan wajah pak Dis dari yang sebelumnya ramah, agak kecut. HP blakberry warna hitam dikeluarkan dan memencet nomor telepon. Sambil terus berjalan, pak Dis menelepon seseorang.

''Assalamulaikum, selamat pagi mas. Mohon maaf, mengaanggu libur anda ya. Sory, nih, saya nuwun sewu, dan kulo nuwun, ingin melihat ATC. Melihat komputer yang baru kita beli kemarin. Nuwun sewu lho, mas,'' ucap pak menteri. Rupanya, pak Dis menelpon bos PAP yang tengah menikmati libur minggu. ''Tidak usah, tidak usah. Biar saya sendiri saja yang mencari. Saya sudah ada di dalam kantor anda kok ini. Cuma mencari-cari belum ketemu,'' ucap pak menteri sambil terus membuka-buka pintu ruangan yg dilalui. Rupanya, sebelum itu, pak Dis sudah pernah berkunjung. Hanya saja, lupa tempatnya. Meski demikian, pak Dis tidak putus asa. Sampai akhirnya, ada ruangan yang bertuliskan ATC.

Bergegas, pak Dis masuk. ''Nah, ini dia,'' ucapnya dengan wajah berbinar. Akupun mengikuti langkah pak Dis. Benar. Di ruangan yg agak tersembunyi itu, terdapat sebuah ruangan khusus. Di dalam ruangan itu ada beberapa orang bekerja. Sambil mengucapkan salam, pak Dis menyalami satu persatu karyawan yg tengah bertugas. Tentu saja mereka kaget. Tidak mengira, jika ruangan mereka dikunjungi menteri. Beberapa orang yang tadinya santai, terlihat kembali ke komputernya. Begitu juga yang tengah merokok, meletakkan putung rokoknya di asbak yang ada di sampingnya.

''Wah, lembur ya. Maaf, saya ganggu,'' ucap pak Dis sambil bertanya-tanya pada karyawan yang berkerja kala itu. Stlh meminta penjelasan ruangan yg tengah didatangi, pak Dis minta ditunjukkan tangga menuju tower ATC. ''Wah, disini perokok semua ya,'' kata pak Dis setengah menyindir. Kudengar ada yang menjawab dan ada yang membisu, sambil mematikan putung rokoknya. Beberapa orang, kulihat sibuk menelepon. Entah siapa yang ditelepon. Pastinya, ada dua orang lelaki yang memperkenalkan diri sebagai supervisor menjadi penunjuk jalan menuju tower. Kamipun berjalan menuju ruangan yang ditunjukkan.

''Di sini pak. Mari,'' ucap lelaki bertubuh tegap yang mengenakan hem kuning muda. Di depan pintu masuk ruangan itu, terdapat tulisan ''dilarang masuk'' dan tulisan ''steril''. Selain itu juga ada tulisan ''jagalah kebersihan''. Karena tempatnya steril, tanpa diminta pak Dis mencopot sepatu ketsnya. Apalagi di tempat itu juga terdapat rak sepatu. ''Di sini tidak sembarang orang boleh masuk pak,'' kata petugas tadi menjelaskan ruangan khusus itu. Pak Dis hanya manggut-manggut. Setelah itu, kami diajak naik ke sebuah tangga. Kalau tidak salah, ada 10 anak tangga yang kami naiki. Di ujung anak tangga, terdapat sebuah ruangan yang dipintunya bertuliskan ''yang tidak berkepentingan di larang masuk''.

Rupanya, kita diajak ke sebuah ruangan kontrol yang seluruh ruangannya full komputer. Suasananya ramai. Minimal ada 30 komputer berbagai ukuran. Masing-masing komputer ada seorang operatornya. Cuma sayang, ruangan yang super dingin itu tidak steril, spt slogan yang dituliskan. Buktinya, di samping meja komputer, ada beberapa makanan. Mulai makanan kecil, sampai piring bekas makan mie. Tragisnya, ruangan ber suhu super dingin itu terdapat beberapa asbak ukuran 1 meter. Sangat kontradiksi ... Paraah ...

STRES

Melihat ini semua, pak Dis bertanya-tanya. ''Kenapa masih ada rokok dan bekas makanan di ruangan ini? Katanya steril,'' ucap pak Dis serius. Kulihat, leki-laki yang mengaku supervisor itu gelagapan. ''Oh, iya pak. Rokok itu utk menghilangkan stres saja. Kalau tidak, temen-teman tidak bisa konsentrasi dalam memantau jalur-jalur penerbangan,'' jawab lelaki sekenanya. ''Oh, gitu ya. Kalau stres ya gak usah bekerja saja. Cukup di rumah. Di sini kan butuh orang sehat. Bukan untuk orang stres,'' jawab pak Dis tak mau kalah. Melihat jawaban itu, lelaki tadi tersenyum kecut. ''Iya, pak. Siap,'' jawabnya dengan wajah pucat.  ''Tolong ya, pak. yang stres diistirahatkan saja,'' tambah pak Dis.

Setelah itu, pak Dis minta penjelasan tentang komputer raksasa yang baru saja didatangkan oleh kementeriannya. Setelah itu, pak Dis berkeliling dan melihat sekeliling. Begitu melihat ada piring makan, sendok, mangkuk dan beberapa bekas pembungkus mie, pak Dis berucap lagi. ''Lebih komplit di sini, dibuka kantin atau resto ya,'' ucapnya sinis. Sindiran ini ternyata direspon positif. Buktinya, beberapa lelaki yang sebelumnya mengikuti langkah kita, buru-buru menugasi kawannya membersihkan bekas makanan, piring atau apa saja yang ada di meja sekitar komputer. Akupun hanya senyum-senyum melihat karyawan di bagian komputer itu kelabakan.

KONSER

Puas berkeliling, pak Dis minta ditunjukkan tower tempat mesin ATC berada. Sesuai namanya, Tower ini merupakan bagian tertinggi yang ada di bandara Soeta. Tower inilah tempat paling vital dari setiap bandara. Karena di tempat inilah komunikasi antara petugas dengan pilot pesawat untuk minta ijin landing atau take off pesawat. Sial. Meskipun tempat ini bisa dikatakan jantungnya bandara, tidak seperti yang digambarkan.

Super sterilnya tidak tampak. Putung rokok juga masih ada di beberapa tempat. Bahkan, sebuah asbak tinggi, juga disiapkan. Pak menteri, kembali kecewa. Peralatan serba canggih dan super mahal, tidak diimbangi dengan atitu operatornya. Ketka ditanya mengapa masih ada putung dan asbak, petugas tadi berkata lugu. ''Biasanya kalau teman-teman panik, pelampiasannya memukul-mukul berbagai alat yang ada utk pelampiasan kegalauan sambil menyanyi-nyanyi, pak Apalagi jika cuacanya buruk seperti akhir-akhir ini,'' ujar petugas yang bertanggung jawab di bagian tower. Pak Dis pun mendengar dengan serius jawaban petugas tersebut.

''Oh begitu. Bagus,'' jawab menteri kelahiran Takeran sambil mengangguk-anggukkan kepala. Sejenak, pak Dis minta penjelasan secara rinci, bagaimana dan apa keluhan yang dirasakan karyawan di bagian tower itu. Puas, pak Dis mengajak beberapa supervisor turun. Di sebuah ruangan kecil, pak Dis mengatakan, bahwa semua keluhan akan ditindak lanjuti. Utamanya, masalah stres dan menabuh bunyi-bunyian di bagian tower sebagai pelampiasan kegalauan karyawan.

''Ita, tolong, bapak-bapak ini anda beri penjelasan, bagaimana kinerja kita di Jawa Pos dulu. Bila perlu, besok, yang dibagian tower dibuatkan orkestra untuk konser musik. Anda kan mantan wartawan musik toh, jadi gampang untuk mengatur mereka,'' kata pak Dis kepadaku. Mendengar ucapan pak Dis kepadaku, beberapa supervisor tadi hanya menganggukkan kepala. Jelas sekali, jika pak Dis kecewa. Jelas, bila pak menteri gundah.

DOSEN

Sampai akhirnya, akupun angkat bicara. Pada saat pak menteri mengenakan sepatu, akupun memberi pencerahan. Seperti seorang guru, akupun mengisahkan bagaimana sterilnya ruangan redaksi Jawa Pos. Bapak-bapak, kataku memulai ''ceramah'' kecil''.
Di Jawa Pos, peralatannya juga canggih karena ada alat cetak jarah jauh dan lain sebagainya yg berkaitan dgn satelit. Untuk menjaga itu semua, bukan berarti karyawan yang merokok tidak boleh merokok. Boleh. Asalkan di luar ruangan. Begitu juga dengan makan. Semuanya boleh dilakukan. Karena merupakan kebutuhan utama manusia. Namun, semuanya itu harus dilakukan pada tempatnya. Untuk merokok, haruslah di luar ruangan. Di dalam ruang redaksi, harus steril. Jadi, kataku lebih lanjut, tolong, di sediakan ruangan merokok bagi yang merokok.
Sehingga, selain ruangan ber AC jadi segar dan bersih, peralatan super canggih yang dibelikan dengan uang rakyat bisa diperlihara dengan aman. Melihat aku berceramah seperti dosen di depan mahasiswa, pak Dis menahan senyum sambil pura-pura sibuk membetulkan tali sepatunya.

Oalah....rek....rek. Dadi opo aku iki.

Setelah itu, kamipun pamitan pulang. Di tengah perjalanan menuju mobil, kulihat ada seorang pejabat yang buru-buru hendak menemui kami. ''Mana pak menteri Dahlan,'' tanyanya kepadaku. Akupun segera menunjukkan dengan tanganku ke arah belakang. Kulihat pak Dis sibuk menelpon di temani tiga orang supervisor yang tadi kukuliahi.
Sayup-sayup, ku dengar, pejabat yang berlari-lari itu meminta maaf pada pak Dis karena keterlambatannya itu. ''Maaf pak. Tadi saya ada di tempat lain,'' ucapnya memberi alasan. Akupun berlari menuju toilet karena dinginnya ruangan ''steril'' tersebut.

Bandara Soekarno-Hatta medio Februari 2012 dituturkan oleh Siti Ita Nasyi'ah.

Kebangkitan (Ekonomi) Nasional

AHMADI, seorang sopir mobil sewaan antara Balikpapan dan Samarinda mengaku tidak paham makna kemerdekaan, Pancasila, dan kebangkitan nasional. Ia tahu persis daerahnya kaya akan hutan dan kayu-kayunya, tambang batu bara, perkebunan, dan penghasil minyak dan gas.

Akan tetapi ia tidak habis pikir, mengapa sebagai sopir begitu sulit mendapatkan BBM premium. Sebelum keluar dari kota Balikpapan menuju Samarida, sudah tiga SPBU yang hendak disinggahinya untuk mengisi tangki mobilnya dengan premium. Maklum, perjalanan cukup jauh. Namun ia selalu menjumpai kalimat teramat santun. “Maaf, bensin habis”. “Herannya, bensin banyak dijual di pinggir jalan dalam kemasan botol dan jeriken. Harganya lebih mahal ketimbang yang dijual di pom bensin,” katanya.

Itulah yang “digugatnya” dalam hati dan pikiran. Suaranya hanya sebatas gerutu. Paling-paling penumpangnya yang mendengarkan. Ia tak punya kekuatan dan kemauan untuk turun berdemo di jalan-jalan. Ia memilih bersabar, lebih baik tekun mencari nafkah buat anak-istri.

Kemerdekaan, Pancasila, dan kebangkitan nasional, tak lebih dari sebatas mitos baginya. Perwujudannya tidak, atau belum terasa baginya. Bahwa ada kemajuan ekonomi dan pembangunan, ia tidak menutup mata. Kalau tidak ada kemajuan ekonomi dan pembangunan, tidak mungkin ia bisa menjadi sopir mobil berharga seratusan juta rupiah. Walaupun ia hanya sebatas pekerja upahan.

Kesejahteraan memang terjadi, tetapi tidak bagi Ahmadi dan mereka yang senasib dengannya. Ketidakadilanlah yang mereka telan setiap saat. Padahal, ketidakadilan, dalam bidang apapun, ya hukum, politik, ekonomi, adalah biang dari segala konflik. Hampir semua konflik yang pecah di Tanah Air, bermula dari bersemainya dengan subur benih-benih ketidakadilan.

Ada benarnya pikiran Ahmadi. Bagaimana bisa pemerintah mengklaim telah mewujudkan sila kelima Pancasila, yakni “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” kalau orang-orang suku Dayak Kalimantan hanya sebatas menyaksikan tanah Kalimantan dikapling beribu-ribu hektar dengan gampangnya oleh orang-orang luar daerah. Sementara mereka sendiri tak dapat memiliki sejengkal pun lahan di tanah leluhurnya sendiri!

Mereka yang datang mengkapling-kapling wilayah Kalimantan, bukan hanya orang-orang berkulit bule seperti penjajah dulu. Orang-orang berkulit sejenis dengan dirinya pun banyak. Itulah gugatannya terhadap Pancasila, khususnya sila kelima.

Kini, dalam suasana Hari Kebangkitan Nasional yang kita peringati setiap tanggal 20 Mei, boleh jadi yang terlintas dalam ingatan kita adalah heroisme dan hiruk pikuk perjuangan menegakkan kedaulatan bangsa ini. Ya kedaulatan di segala bidang. Tetapi heroisme perjuangan untuk berdaulat sebagai bangsa itu boleh jadi tinggal romantisme masa lalu.

Heroisme kebangkitan nasional sudah tergilas kapitalisme dan ditelan globalisme dengan anak kandung liberalisme. Semua sektor kehidupan diliberalisasi, sehingga modal dan kapital benar-benar berkibar di angkasa, laut dan daratan beserta segala isinya. Ketidakadilan dan kesenjangan sosial semakin melebar di mana-mana. Yang kaya semakin kaya, sementara yang miskin tak beranjak berkurang secara signifikan. Mesin kapitalisme terus menggilas anak-anak bangsa yang tak berdaya memproduksi kemelaratan.

Penjajahan secara fisik memang telah dinyatakan lenyap dari bumi Indonesia, tetapi kolonialisme di bidang ekonomi justru semakin kuat mencengkramkan akar-akarnya. Atas nama globalisasi dan liberalisasi, semua sektor ekonomi sudah dikuasai kaum kapitalis. Kapitalis pribumi pun bahkan tak berdaya menghadapi kapitalis asing.

Mulai dari sektor otomotif, perbankan, penerbangan, telekomunikasi, pertambangan, perkebunan, sampai sektor ritel, bahkan warung-warung kopi dan warung penjual ayam goreng sudah dikuasai kapitalis asing. Dan anak-anak kita cuma bisa menjadi jongos di di sana, lebih parah lagi anak-anak kita menyediakan diri dengan rela dan bangga menjadi obyek pasar mereka. Tak ubahnya di zaman penjajahan fisik sebelum sebelum Soekarno dan Hatta memproklamirkan kemerdekaan.

Jadi, wahai penguasa, renungkankah nasib berjuta-juta Ahmadi, dan hakikat kebangkitan (ekonomi) nasional itu.....

Andi Suruji

Mari kita cari tahu apa itu converter kit

Sebelum kita mencari tahu apa itu converter kit marilah kita cari tahu terlebih dahulu apa itu engine atau mesin dan bagaimana cara kerjanya. Mesin adalah sesuatu yang dapat bergerak karena adanya energi yang diberikan kepadanya. Energi tersebut dapat berupa bahan bakar (minyak atau gas), listrik, cahaya matahari dan lain-lain. Kita batasi pembahasan mesin dengan menggunakan bahan bakar minyak atau gas.

Prinsip kerja mesin menggunakan bahan bakar adalah menjaga keberadaan dan keseimbangan 4 bagian utama dalam disiplin ilmu mekanik yaitu :

1. Udara
2. Bahan bakar
3. Kompresi dan
4. Ignition atau pengapian.

Dengan adanya keempat bagian utama tersebut maka mesin akan bergerak dengan sendirinya dan akan berhenti jika salah satu dari keempat bagian tersebut tiba-tiba menghilang. Sungguh sangat simpel…..

Tetapi ada sedikit perbedaan jenis mesin menggunakan bahan bakar minyak yaitu jenis bahan bakar yang ber-oktan dan yang tidak ber-oktan atau bahan bakar jenis sentan seperti solar. Mesin diesel menggunakan sentan tidak memerlukan ignition untuk memanaskan bahan bakar hingga meledak. Jenis mesin diesel ini hanya menggunakan kompresi yang tinggi untuk membuat komponen mesin bergerak.

Dari sudut pandang ekonomis dan politis keberadaan bahan bakar minyak dikhwatirkan habis disertai perkembangan situasi dunia yang tidak menentu terutama untuk negara-negara penghasil minyak. Jika mesin bahan bakar dirubah menjadi mesin elektrik maka peta politik dan ekonomi dunia akan berdampak sangat tragis untuk merubah semua mesin pada kendaraan yang ada didunia ini. Oleh karena itu lahirlah converter kit sebagai alat pengganti bahan bakar minyak dengan bahan bakar gas.

Apa itu konverter kit? Konverter kit sebagai suatu produk “manufactures after markets” (termasuk suatu produk aksesoris dalam dunia otomotif) adalah suatu peralatan yang dipergunakan untuk mengkonversi bahan bakar (CNG, LPG, Ethanol) pada suatu mesin pada kendaraan atau pada pembangkit tenaga listrik. Dikonversi maksudnya adalah disesuaikan kerja mesinnya sehingga penggunaan bahan bakar gas atau ethanol dapat diterapkan pada mesin berbahan bakar minyak. Kerja mesin yang mana atau bagian mesin yang mana? Jawabannya adalah pasti bagian mesin yang berhubungan dengan pasokan bahan bakar dan udaranya, kompresi mesinnya dan yang terakhir adalah timingnya sehingga pembakaran sempurna atau peledakan yang optimal didapat. Dengan pembakaran sempurna maka efisiensi dan performance kendaraan akan diperoleh dengan baik.

Pertanyaan berikutnya adalah apakah converter kit dapat dipasang disemua kendaraan dan semua kendaraan dapat menggunakan semua bahan bakar yang tersedia dialam? apakah dalam bentuk sumber daya alam atau renewable energy? Jawabannya ya, dengan satu syarat yaitu jenis bahan bakar dengan satu family atau kategori tertentu dan dengan demikian jenis mesin tertentu (bahan bakar ber-oktan dengan mesin besin, bahan bakar ber-sentan dengan mesin diesel).

Mari kita focus pada mesin berbahan bakar minyak ber-oktan maka terdapat dua jenis produksi mobil didunia yaitu mobil berkarburator dan mobil menggunakan teknologi EFI (electric fuel injection). Konverter kit menggunakan bahan bakar gas sudah lama dipergunakan yaitu converter kit yang dipasangkan pada mobi l berkarburator dan jenis converter kit seperti ini dinamakan converter kit jenis open (terbuka). Sedangkan converter kit menggunakan system EFI dinamakan converter kit jenis close (tertutup). Konverter kit jenis open atau pada mobil karburtor berbahaya karena aliran gasnya terbuka sedangkan jenis converter kit close yang terdapat pada system kendaraan saat ini aman. Untuk mengamankan mobil berkaburator yang tidak diproduksi lagi didunia ini maka dalam penggunaan converter kit pada mobil berkaburator harus dibuatkan system semi EFI sehingga system converter kitnya menjadi system close yang aman.

Kita batasi untuk mengenal converter kit dengan system close apakah itu pada mesin berkaburator dengan perubahan system semi EFI-nya atau pada mesin dengan system EFI murni. Mari kita bahas komponen converter kit dari pembagian fungsinya.

Karena kendaraan menggunakan gas maka tempat atau wadah penyimpanan bahan bakar baru seperti gas harus disediakan dalam system konverter kit dan biasanya dinamakan tabung dan bukan tangki. Bagian wadah atau tempat penyimpanan bahan bakar mulai sekarang kita namakan bagian tampung.

Gas harus dialirkan dari bagian mobil tertentu (bagian belakang) ke bagian mesin mobil dengan menggunakan pipa atau selang dengan suatu batas kemampuan tekanan yang sudah ditentukan. Bagian mengalirkan bahan bakar gas dengan komponen pendukungnya seperti magnetic valve, pressure equipment hingga gas valve untuk me-mixer (mencampur) gas dan udara diintake mesin, dinamakan bagian distribus i.

Bagian yang terpenting setelah bagian tampung dan distribusi adalah bagian control unit atau kita namakan GCU (Gas Control Unit). Sesuai dengan sistemnya menggunakan system EFI maka GCU dikembangkan sinkron dengan kerja mesin dan bahan bakarnya. Bagian kontrol unit dibangun dengan komponen elektroteknik menggunakan IC dan mikro controller. Dengan mengatur besaran-besaran bahan bakar dan pengapian yang disesuaikan maka performance dan effisiensi didapat dengan maksimal. Oleh karena itu bagian control unit adalah bagian yang paling penting dan bidang ini selanjutnya dinamakan tuning dan setting dalam penggunaan bahan bakar di mobil untuk mendapatkan performance dan efisiensi yang baik. Tuning dan setting ditemukan dimobil berbahan bakar minyak dan gas. Di Jerman penggunaan converter kit tidak hanya sekali pasang selesai tapi diperlukan tuning dan setting yang bertahap.

Seperti halnya mobil menggunakan bahan bakar minyak maka kerja mesin dengan bahan bakarnya pada prinsipnya sama saja. Dimulai dari bahan bakar yang dialirkan melalui pipa dan selang kemudian diberikan tekanan menggunakan pompa (fuel pump) dan di-mixer (dicampur) dalam intake menggunakan injector. Setelah bensin dicampur dengan udara dalam intake sesuai langkah mesin maka campuran kedua unsur tadi masuk kedalam ruang bakar setelah klep terbuka. Kemudian campuran tersebut mendapat tekanan dari langkah piston yang kemudian semakin panas akibat tekanan. Dengan pemantik berupa pengapian menggunakan busi mobil maka ledakan terjadi akibat terbakar spontan secara keseluruhan setelah terjadi ledakan-ledakan kecil dalam ruang bakar. Ledakan itulah yang mengakibatkan gerakan piston kebawah dan dengan demikian gerakan mesin mobil. Langkah terakhir adalah langkah pembuangan yang mana klep gas buang terbuka dan gerakan piston kembali keposisi menekan keatas. Gas buang akhirnya dapat dilihat ditempat pembuangan gas yaitu knalpot.

Sekarang kita kembali ke penggunaan converter kit berbahan bakar gas (LGV, CNG, Hirdorgen) atau ethanol (alc ohol). Maka langkah-langkah kerja mesin sama persis seperti diatas menggunakan bahan bakar minyak. Perbedaannya terletak pada batas kemampuan alat sesuai fungsi dan sifat dari bahan bakarnya masing-masing.



1. Konverter kit Hidrogen dan LGV( Liquid Gas Vehicle) terdiri dari LPG dan Vigas

Bahan bakar LPG yang terdiri dari propan dan butan harus ditampung dalam tabung dengan tekanan kurang lebih 10 bar sekitar 140 psi hingga menjadi cair (sangat aman karena tekanan gas LPG rendah dibandingkan tekanan gas CNG). Oleh karena itu tabung LPG harus dibuat kokoh tapi tidak sekokoh tabung CNG. Demikian juga dalam penanganan distribusinya tidak begitu mengkhawatirkan. Penurunan tekanan dapat dilakukan dengan keran atau electric valve yang dapat mengatur tekakan gas dipipa sehingga pada saat akan dimasukkan kedalam intake tekanannya harus berkisar antara 18 psi hingga 20 psi dan tidak boleh lebih. Kontrol unit harus dituning dan disetting hingga pembakaran sempurna terjadi sesuai nilai oktannya yang berkisar antara 98 sampai 120 tergantung dari komposisi propan dan butannya.

Di Indonesia dapat dipergunakan tabung fle ksibel LPG yang dijual diwarung-warung. Instalasinya sama dengan menggunakan tabung fix yang dipergunakan di Eropa. Hanya saja pada tabung fix sudah didesign sesuai pemakaian bahan bakar yang dilengkapi dengan level bahan bakar untuk refill kembali. Sedangkan pada tabung fleksibel tidak terdapat level dan harus disiasati azas kemanfaatan dan kese lamatannya dengan menggunakan percampuran bensin dan gas jika gas akan atau sudah habis. Selain itu tabung fleksibel harus dikemas untuk optimalisas i engine karena dingin b ahkan me mbe ku se rta melindungi tabung dari hantaman dan kebocoran.

Conclusion : Bagian tampung dan distribusi converter kit LPG harus kokoh tetapi tidak sekokoh bagian tampung dan distribusi pada gas CNG. Penanganannya lebih mudah karena tekanan yang berasal dari tabung sudah rendah berkisar 140 psi. Sikap dalam disiplin riset dalam menyiasati atau rekayasa teknologi untuk keamanan dan keselamatan mudah dan standar.

2. Konverter kit CNG (Compressed Natural Gas)

Bagian tampung dan distribusi harus s angat kokoh karena gas methan (CH4) yang merupakan gas yang didapat dari alam tidak dapat begitu saja mencair jika dimasukkan kedalam tabung. Gas methan harus menggunakan tekanan yang besar untuk memasukan gas tersebut kedalam tabung hingga menjadi cair karena hanya terdapat satu karbon dalam susunannya. Tekanan yang dibutuhkan sebesar 200 bar setara dengan 2800 psi dan tabung harus didinginkan pada suhu - 35 derajat celcius (minus) saat gas dimasukkan. Proses pendinginan diperlukan karena tabung akan menjadi panas saat gas dimasukkan kedalam tabung dengan tekanan sebesar 2800 psi.

Oleh karena itu pada bagian tampung pada converter kit CNG menggunakan dua buah tabung pada angkot. Hal ini diharapkan daya tampung bahan bakar gas yang banyak pada saat refill karena gas yang direfill tidak dibuat hingga mencair. Gas hanya dimampatkan didalam tabung hingga tekanan tertentu dengan kapasitas tertentu pula. Oleh karena itu tekanan gas CNG dalam tabung dalam prakteknya dapat mencapai 400 hingga 1000 psi, suatu tekanan yang sangat tinggi dan berbahaya.

Dibagian distribusi gas juga harus diturunkan tekanannya hingga mencapai tekanan yang dapat didistribusikan kedalam intake yaitu sebesar 18 psi hingga 20 psi. Untuk penurunan tekanan dikenal sekali suatu komponen pada converter kit CNG yang dinamakan vaporized. Bentuknya seperti keong atau bundar untuk penurunan tekanan tinggi ke tekanan rendah. Selain itu pipa-pipa harus kokoh dan pada daerah tekanan tinggi tidak dapat menggunakan pipa fleksibel (selang).

Pada bagian control unit disiplin tuning dan setting juga sangat diperlukan untuk mendapatkan performance dan efisiensi yang optimal. Perbedaan pada gas LPG dan CNG terletak pada nilai oktannya sehingga tuning dan setting yang membedakan keduanya. CNG dapat dipastikan memiliki nilai oktan sebesar 120.

Conclusion : Bagian tampung dan distribusi converter kit CNG dipastikan kokoh. Tuning dan setting lebih susah karena nilai oktanya tinggi. Refill berkali-kali karena gas tidak mencair. Penggunaan tabung besar dan jumlahnya banyak.

3. Konverter kit Ethanol (Bioethanol/Alkohol)

Perlakuan bahan bakar ethanol sama seperti bahan bakar minyak karena ethanol berupa cairan (cair). Oleh karena itu converter kit ethanol tidak menggunakan ekstra bagian tampung dan distribusi seperti bahan bakar gas. Tangki mobil dan distribusi bahan bakar minyak (seperti pipa, injector dll) dapat dipergunakan dengan baik. Yang membedakannya hanya control unit untuk tuning dan setting besaran ethanol.

Conclusion : Hanya diperlukan tuning dan setting dalam penggunaan ethanol.

NB : LNG adalah methan yg dicairkan melalui pendinginan hingga – 120 ° C (minus)

(Oleh: Dip. Ing. A Hakim Pane)

Solusi Cerdas Membantu Program Pembatasan BBM Dengan Pengunaan BBG

Program pemerintah untuk membebaskan Indonesia dari subsidi BBM pada tahun 2015 terlihat semakin pesimistis. Hal ini diakibatkan ketidakseriusan pemerintah dalam menjalankan programnya yang dimulai dari kebijakan yang tidak konsisten hingga pelaksanaan yang ragu dan tidak siap.

Betul adanya dalam membebaskan Indonesia dari subsidi BBM pada tahun 2015 harus dilakukan program dengan memberikan kepada rakyat energi altenatif selain premium yang disubsidi. Tanpa energi alternatif maka program bebas subsidi tersebut akan sia-sia dan tidak akan berjalan. Energi alternatif tersebut adalah penggunaan BBG pada kendaraan bermotor untuk menggantikan bahan bakar minyak (BBM) yang subsidinya hampir mencapai 200 triliun. Kurang lebih 67 % dari pendapatan pertamina sebesar 300 triliun terbuang begitu saja akibat subsidi tersebut. Hanya beberapa negara di Asia termasuk Indonesia dan beberapa negara di timur tengah saja diberlakukan subsidi bahan bakar minyak.

Selain itu penggunaan bahan bakar gas (BBG) mau tidak mau harus diprogramkan dan dilaksanakan oleh pemerintah mengingat persediaan minyak dunia semakin menipis dan diperkirakan 25 tahun lagi akan habis, sementara persediaan gas dunia masih diperkirakan 50 sampai 80 tahun lagi. 10 tahun yang lalu negara-negara maju dan bahkan beberapa negara di asia sudah menjalankan program energi alternatif BBG untuk kendaran bermotornya. Bahkan negara maju seperti negara jerman sebagai tahapan berikutnya telah melakukan riset besar-besaran untuk menggantikan bahan bakar minyak atau gas dengan menggunakan tenaga listrik.

Tanpa harus melihat program pemerintah mengenai pembebasan subsidi BBM pada tahun 2015, program penggunaan bahan bakar gas (BBG) atau konversi BBG oleh pemerintah harus serius dijalankan jika pemerintah dan negara tidak mau terjerat oleh krisis energi masa depan. Belum lagi harga bahan bakar minyak ditentukan oleh kondisi negara-negara penghasil minyak dunia yang sedang bergejolak secara politis dan ekonomis, seperti negara iran yang merupakan penghasil minyak nomor 4 terbesar didunia yang sedang diembargo oleh banyak negara.

Saat ini sebenarnya ada dua kendala yang dihadapi pemerintah dalam menjalankan program konversi bahan bakar gas yaitu kendala infrastruktur yang belum siap (sering disebut-sebut oleh pemerintah atau pakar energi) dan kendala konverter kit itu sendiri yang harus dipasang pada kendaraan bermotor.

Kendala infrastruktur sebenarnya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah mengenai penggunaan bahan bakar gas itu sendiri pada kendaraan seperti penggunaan bahan bakar CNG (Compressed Natural Gas) atau LGV (Liquid Gas Vehicle). Hanya saja ada perbedaan dari kedua penggunaan bahan bakar gas tersebut. CNG adalah gas alam berupa methan (CH4) sedangkan LGV adalah campuran gas hidrokarbon (C3-C4) yang mana penyusun utamanya adalah propana dan butana. Dikarenakan susunan kimia kedua gas tersebut maka khusus untuk CNG atau methan (CH4, yang hanya memiliki 1 karbon) diperlukan tekanan (pressure) yang tinggi untuk memasukkan gas kedalam tangki hingga gas tersebut menjadi cair (kurang lebih 200 bar atau 2800 psi). Dikarenakan jumlah susunan karbon yang banyak maka untuk LGV diperlukan tekanan rendah untuk memasukkan gas kedalam tabung hingga cair.

Jadi untuk membangun stasiun pengisian bahan bakar gas CNG diperlukan teknologi instalasi pipa untuk menghindari dampak bahaya tekanan dalam distribusi bahan bakar gas ke stasiun pengisian BBG. Sedangkan untuk LGV tidak diperlukan teknologi pipa dan dapat dilakukan dengan distribusi tangki pada stasiun pengisian BBG. Hal inilah yang dikatakan oleh pemerintah dan pakar energi Indonesia sebagai kendala infrastruktur atau infrastruktur yang belum siap karena kebijakan pemerintah menetapkan gas CNG untuk kendaraan angkutan umum dan LGV untuk kendaraan pribadi.

Bahkan pemerintah mengusulkan anggaran sebesar Rp. 960 miliar sebagai dana penunjang pembangunan infrastruktur tersebut yang mungkin dapat terlaksana dalam waktu 2 tahun hingga rampung. Jadi keinginan pemerintah untuk melaksanakan konversi bahan bakar gas pada bulan April ini untuk tahap awal di Jabodetabek tidaklah mungkin terjadi. Kesiapan Infrastrukur konversi BBG, diperluas kekawasan Jawa – Bali dan akhirnya program Indonesia bebas subsidi pada tahun 2015 tidaklah akan terwujud.

Sebenarnya kendala utama terletak pada konverter kit yang harus dipasang pada kendaraan bermotor. Selain harganya mahal sebenarnya kendala utama lainnya adalah kesiapan tenaga ah li dalam pemasangan konverter itu sendiri. Hal ini dikarena teknologi otomotif yang sangat bervariasi dan berbeda satu sama lain. Kendala ini berupa kendala mikro sedangkan kendala infrastruktur merupakan kendala makro. Seharusnya kendala mikro menjadi perhatian utama pemerintah setelah kendala makro. Tidak bisa kendala mikro diselesaikan oleh alih teknologi dari negara lain dengan hanya membeli konverter kit misalnya konverter kit dari negara itali karena hal ini menyangkut kebijakan pemerintah yang saling berkaitan. Seharusnya kendala mikro harus diselesaikan oleh anak bangsa yang sarat teknologi sehingga kendala mikro diatasi dengan ahli teknologi bukan alih teknologi.

Dengan memperhatikan kendala mikro dan penguasaan teknologi mikro maka sebenarnya sudah ada konverter kit kreasi anak bangsa yang disesuaikan dengan kebijakan pemerintah. Konverter kit ini lahir setahun yang lalu untuk membantu rakyat dalam mengatasi antrian kendaraan di SPBU luar pulau Jawa akibat kelangkaan BBM.


Gambar : kelangkaan BBM diluar pulau Jawa

Konverter kit kreasi anak bangsa dikembangkan dengan menggunakan bahan bakar gas LPG (Liquid Petroleum Gas) yang merupakan turunan dari LGV (Liquid Gas Vehicle). Gas ini berlainan dengan gas LGV yang akan dipergunakan oleh pemerintah distasiun pengisian bahan bakar gas (SPBU). Jenis gas LGV yang akan diterapkan oleh pemerintah adalah Vigas (Vehicle Gas). LPG dan Vigas kedua-duanya merupakan kelompok LGV yang mana penyusun kimia utamanya adalah propana dan butana. Perbedaannya terletak pada nilai RON oktannya, untuk LPG nilai oktannya 120 dan untuk Vigas nilai oktannya sebesar 98. Artinya Vigas yang akan diterapkan oleh pemerintah sudah disesuaikan oktannya mendekati oktan pertamax yang besarnya 95. Dengan demikian konverter kit yang nantinya akan dipergunakan oleh pemerintah tidak begitu berbeda dengan teknologi mobil saat ini yang menggunakan bahan bakar pertamax.

Solusi cerdas membantu program pembatasan BBM dengan pengunaan BBG secara tidak langsung sudah terjawab. Konverter kit kreasi anak bangsa yang tadinya dipergunakan untuk membantu rakyat dari kelangkaan BBM dapat juga dipergunakan oleh pemerintah untuk program Indonesia bebas dari subsidi BBM pada tahun 2015. Seharusnya pemerintah memperhatikan hal ini karena kebijakan yang dibangun sesuai kebutuhan dalam negeri bukan kebijakan yang didasari oleh ikut-ikutan menggunakan bahan bakar gas (BBG).

Program konversi minyak tanah yang juga merupakan kebijakan pemerintah 5 tahun yang lalu untuk menghapuskan bahan bakar minyak tanah dan digantikan dengan bahan bakar gas (LPG) sebenarnya secara tidak langsung sudah melakukan program pemerintah mengenai konversi bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan bermotor. Kesimpulan ini dapat dimengerti jika pemerintah tidak ikut-ikutan melakukan program pembatasan BBM dengan konversi BBG yang diterapkan oleh negara lain yang sudah menggunakan gas. Seharusnya kebijakan pemerintah harus didasari oleh kondisi dan potensi dalam negeri baik itu potensi sumber daya alam dan sumber daya manusianya.


Gambar : LPG yang dapat dipergunakan untuk memasak, otomotif dan genset

Jika kebijakan pemerintah mengenai pembatasan BBM dengan BBG yang akan dilaksanakan dapat disesuaikan dan dikembangkan dengan kebijakan penghapusan minyak tanah 5 tahun yang lalu maka kendala makro mengenai infrastruktur yang belum siap untuk menjalankan program Indonesia bebas subsidi pada tahun 2015 secara praktis dan teoritis dapat diatasi. Kanapa hal ini tidak dilakukan???

Memang konverter kit dengan menggunakan bahan bakar gas LPG agak berlainan dengan konverter kit yang akan dipergunakan oleh pemerintah menggunakan bahan bakar gas Vigas dengan oktan 98. Tetapi konverter LPG ini telah dikembangkan oleh anak bangsa dan sarat dengan inovasi. Coba bayangkan jika kendaraan tidak saja dapat menggunakan LPG tetapi dapat menggunakan BBM, Vigas dan CNG sekaligus, apakah masalah atau kendala infrastruktur yang selalu diberitakan dimedia masa dapat diatasi??? Paling tidak sejalan dengan pembangunan infrastruktur yang memerlukan waktu lama dalam pelaksanaannya, program konversi bahan bakar gas dapat juga direalisasikan dengan baik menggunakan bahan bakar gas LPG yang sudah tersedia diseluruh Indonesia bahkan dipelosok-pelosok atau dipulau-pulau. Kebijakan pemerintah selanjutnya mengenai konversi bahan bakar gas (BBG) dapat disesuaikan dan dikembangkan kemudian jika pembagunan infrastruktur sudah rampung dan siap pakai diseluruh Indonesia.


Gambar : Konverter kit kreasi anak bangsa

Setelah uji coba menggunakan konverter kit kreasi anak bangsa dan bahan bakar gas LPG maka didapatkan beberapa keunggulan yaitu :

1. Menggunakan tabung fleksibel
2. Bahan bakar dapat ditemukan dimana saja sesuai program pemerintah mengenai penghapusan minyak tanah menggunakan bahan bakar LPG
3. Harga konverter kit yang lebih murah
4. Kreasi anak bangsa yang sarat dengan inovasi dan bukan alih teknologi
menggunakan barang jadi dari negara yang sudah menggunakan gas
5. Konverter kit yang dapat dikembangkan terus menerus dan disesuaikan dengan kebijakan
6. Bahan bakar menjadi lebih murah

Setelah uji coba didapatkan effisiensi menggunakan konverter kit kreasi anak bangsa : (uji coba mempergunakan mobil Yaris yang termasuk mobil irit)

Konversi kg ke liter untuk LPG sesuai berat jenisnya : 1 kg LPG = 1,7 liter LPG ( +/- 2 liter). Jadi 3kg LPG sama dengan 6 liter LPG (Harga Rp. 15.000,-)

Jika mobil Yaris perbandingan liter dan jarak tempuh menggunakan premium adalah 1 liter ? 10 km maka untuk 6 liter bensin premium dengan harga Rp. 27.000,- adalah 60 km. (Rp. 4.500,- per liter).

Jika dengan bahan bakar gas LPG didapat perbandigan 1 liter : 10 km maka effisiensi : Rp. 27.000 – Rp. 15.000 = Rp. 12.000,-. Effisiensi menggunakan tabung 3 kg kurang lebih 45%. Jika dalam 1 bulan pengguna bahan bakar mengeluarkan dana sebesar Rp. 2.000.000,-/bulan maka dengan menggunakan BBG akan
terjadi effisiensi sebesar Rp. 2.000.000,- x 45% = Rp. 900.000,-.

Jika harga gas LGV khususnya Vi gas Rp. 5.600,- per liter yang ditetapkan oleh pemerintah maka didapatkan harga 6 liter gas Vigas adalah Rp. 5.600 x 6 liter = Rp. 33.600,-. Effisiensi menggunakan tabung 3kg kurang lebih 55%.

Jika harga CNG Rp. 3.100,- per liter yang ditetapkan oleh pemerintah didapatkan harga 6 liter CNG adalah Rp. 3.100 x 6 liter = Rp. 18.600,-. Efisiensi menggunakan tabung 3kg kurang lebih 20%.

Jadi jika pemerintah memperbolehkan penggunaan gas LPG 3kg yang disubsidi maka semua kendala yang dihadapai pemerintah dapat diatasi dan program Indonesia bebas subsidi pada tahun 2015 akan dapat direalisasikan. Efiiensi yang sangat baik juga didapat dari penggunaan gas yang relevan sesuai kebijakan pemerintah lainnya yang sudah berlaku (penghapusan minyak tanah).

Tetapi penggunaan tabung LPG 12 kg akan menghasilkan effiensi yang sama walau tidak disubsidi. Effisiesi juga didapat dari tenaga ahli saat pemasangan konverter kit dikendaraan bermotor dengan setting dan tuningnya. Jika tenaga ahli pada saat pemasangan dapat melakukan setting dan tuning yang baik hingga mendapatkan perbandingan liter dan jarak tempuh 1 : 15 maka effisiensi akan didapatkan lagi kurang lebih 50%. Jadi begitu dahsyatnya penggunaan konverter kit yang disesuaikan dengan bahan bakar gasnya. Ingat nilai oktan LPG mencapai 120 bukan 98 sehingga diharapkan didapatkan lagi effisiensi yang baik dari performance dan pembakaran kendaraan yang sempurna.

Diharapkan pemerintah dapat melihat momentum dan kesempatan ini serta mendukung produk dalam negeri kreasi anak bangsa yang selalu didengungkan oleh pemerintah dan DPR. Tindakan pembiaran konsep dan produk kreasi anak bangsa ini berjalan sendiri tanpa merangkul bahkan duduk bersama membahas semua kendala akan dapat menjadi bumerang bagi pemerintah itu sendiri. Mengayomi dan membantu produk kreasi anak bangsa ini sejalan dengan program pemerintah yang penuh dengan problematikanya seharusnya menjadi perhatian khusus dan secara langsung mendapat dukungan penuh dari semua pihak yang semuanya ditujukan untuk kesejahteraan rakyat. Kepentingan pribadi dan kelompok seharusnya disingkirkan demi kepentingan yang lebih besar yaitu untuk kepentingan dan kebutuhan rakyat Indonesia.(Dip. Ing A Hakim Pane)

Fin Komodo Electric Car - The Next Fin Komodo Generation

PT. FIN KOMODO TEKNOLOGI, adalah perusahaan swasta Nasional yang bergerak di bidang Rekayasa & Teknologi ( Engineering & Technology ), yang telah berpengalaman dalam bidang design dan analisa pesawat terbang, otomotif, simulator, dan integrasi sistim otomasi.

Khusus bidang otomotif, kami telah berpengalaman merancang dan memproduksi sebuah kendaraan unconventional untuk medan non infrastruktur yang kami beri nama FIN Komodo, sebuah kendaraan yang sangat ringan dan tangguh, untuk menjelajah medan Indonesia.

FIN Komodo ini merupakan hasil R&D kami sejak tahun 2005 dan saat ini telah masuk pasaran Indonesia, untuk melayani operasional bidang Perkebunan, Pertambangan, Rekreasi, dll

Dengan kemampuan kami dalam merancang dari sebuah kendaraan yang ringan maka jika penggerak nya menggandalkan motor listrik atau hybrid, kendaraan ini akan sangat efisien, karena bobot total yang ringan sehingga menghemat energy listrik.
Dari Platform yang sudah kami miliki yang saat ini dan sudah teruji di pasar dengan bermesin motor bakar 250cc, sehingga mudah di transformasikan menjadi Mobil Elektrik, karena:
  1. Bobot Ringan sehingga sangat efisien
  2. Stabil di medan yang ekstrem, tidak mudah terguling walaupun pada kemiringan 45 derajad.
  3. Kenyamanan suspensi saat di medan offroad, seperti suspensi sedan dijalan aspal.
  4. Metoda perancangan dan analisanya menggunakan metoda perancangan Pesawat Terbang.
  5. Platform kami rancang sebagai platform yang multi-purposes.
  6. Mudah dikendarai walaupun pada medan ekstreem, karena kestabilan dirancang dengan perhitungan yang akurat.
  7. Perawatannya mudah.

Sumber: http://finkomodo.blogspot.com/2012/05/fin-komodo-electric-car-next-fin-komodo.html

Gambar Lucu

Gambar Lucu - Banyak sekali hal hal yang lucu dan unik yang ada di sekitar kita dan bisa membuat siap saja yang menyaksikan akan tertawa. Seperti halnya kumpulan gambar lucu unik yang ada di blog hot info ini. Dari berbagai gambar lucu yang bersumber dari hasil googling ada beberapa gambar2 lucu yang sangat unik yang mungkin bisa membuat Anda yang kebetulan mampir ke blog ini bisa sedikit tersenyum, syukur syukur setelah melihat gambar gambar lucu yang ada di bawah ini, bisa membuat tertawa dan terhibur.

Gambar Motor Lucu Unik
gambar lucu yang di sebelah ini sangat unik , satu kreativitas yang unik dan lucu di mana sebuah sepeda motor di pasangi kursi di bagian belakangnya. Merepotkan atau malah membuat nyaman orang yang duduk membonceng di belakangnya? 

Mungkin juga sebagai salah satu service dari pengemudinya buat orang yang mau mbonceng di kreasi motor unik lucu seperti yang ada pada gambar di samping ini...

Harus berani malu dengan potongan model rambut yang di bentuk seperti gambar orang yang tengah menjulurkan lidahnya..hee.Tapi kayaknya si pemilik model potongan rambut lucu unik di samping ini, harus keluyuran dan ada di tempat keramaian, agar siapa saja bisa menyaksikan potongan rambutnya.. dan orang tersebut harus selalu mendahului orang lain saat berjalan.. agar rambut aneh lucu uniknya bisa di lihat orang lain...

Kwkwkwkwk... gambar lucu yang terakhir ini bener bener kocak dan gokil abiiiis. Gak tahu apa yang ada dalam benak orang ini hingga bersedia tampil dan ber tingkah laku lucu namun aneh dan unik seperti pada gambar lucu gokil kocak begini.

Menirukan robot atau manusia planet? hehehe..Atau sudah kehilangan urat malunya..hihi.. tapi apapun itu yang jelas bisa membuat saya ngakak setalah melihat gambar foto lucu di samping.. 

Demikian postingan gambar-gambar lucu unik aneh hasil googling dari blog hot info ini, moga Anda yang melihat kumpulan gambar lucu gokil bikin ngakak ini juga bisa tertawa atau paling tidak tersenyum sejenak... ^_*

Perbandingan Konsumsi BBM Hatchback Matik

Jakarta - Rencana Pemerintah akan menghapus bensin bersubsidi bulan April di DKI Jakarta, kemacetan lalu lintas yang makin parah dan jumlah kendaraan bermotor tinggi, bukan berarti warga ibukota harus menunda beli mobil.

Mobil irit bahan bakar, mungil dan fleksibel, sangat mungkin jadi solusi terbaik saat ini. Yup, hatchback transmisi otomatis (A/T) pilihannya.

Bicara tren, belakangan ini  low hatchback sedang in. Di dalam negeri, mobil ini paling laris setelah kategori MPV. Dari data Gaikindo, penjualan hatchback (non-sedan)  2010 meningkat 55% dibanding 2009. Khusus di segmen low hatchback  ini, mendominasi pasar sebanyak 78% dari total hatchback (low, medium dan high).

Nah, dari 10 varian yang telah dipasarkan, mana yang cocok buat ‘teman’ beraktivitas Anda saat ini. Tentunya yang irit bahan bakar dan tetap bertenaga.

Toyota Yaris

Bermesin 1NZ-FE 1.500 cc VVT-i dan bodi mungilnya, Yaris cukup digemari oleh anak-anak muda, khususnya di perkotaan. “Permintaan Yaris di 2010 meningkat 95% dibanding 2009,” ujar Widyawati, GM marketing planning & customer relation PT Toyota Astra Motor, ATPM Toyota.

Untuk tipe transmisi matiknya, tersedia mulai tipe J, E sampai S (tipe tertinggi). Alhasil, konsumen dikasih alternatif tipe cukup lengkap. Tingggal sesuaikan dengan kebutuhan dan budget.

All New Honda Jazz

Inilah sang penguasa hatchback Tanah Air. Desain bodi yang sporty, jadi nilai lebih pemiliknya. Meski mesinnya masih SOHC, namun karena mengusung teknologi i-VTEC membuat mesinnya responsif dan bertenaga.

Meski begitu, dari hasil tes, Jazz termasuk hatchback teririt (lihat tabel). Pilihan bertransmisi matik ada dua tipe; S dan RS. Keduanya berbeda fitur. Sebut saja dual SRS airbag, keyless entry, ukuran pelek dan sebagainya.

Nissan Livina XR

Setelah Nissan Grand Livina diluncurkan, model hatchback dilansir pula PT Nissan Motor Indonesia (NMI). Kelebihan Livina XR ada pada suspensinya yang empuk dan memiliki kestabilan yang cukup mumpuni.

Karena sudah adopsi katup variabel, Livina cukup resonsif di putaran bawah. Sangat cocok buat di jalan perkotaan. Konsumsi bahan bakarnya, tak berbeda jauh dengan Honda All New Jazz. NMI hanya sediakan satu tipe; Livina XR A/T. Selain itu, ada pula varian Livina X-Gear yang hanya ditambahi aksesori layaknya mobil crossover.

Suzuki Swift

Lewat desain bodi, hatchback Suzuki ini banyak disukai lantaran seksi dan kompak ketimbang lainnya. Terlebih desainnya sangat kental dengan gaya mobil-mobil Eropa.

Bicara performa, Swift enggak kalah dengan Yaris maupun All New Jazz. Malah pada kecepatan 0-100 km/jam, Swift sanggup asapi Yaris. Tapi, di putaran menengah dan atas, khususnya yang transmisi matik, tenaga kurang menonjol.

Pilihannya, Swift ST dan GT3 yang mempunyai perbedaan di sektor bodi. GT3 sudah gunakan body kit versi ATPM dan penggunaan lampu LED di fog lamp-nya.

Hyundai i20

Lewat i20 bisa dibilang menarik karena desain khas Eropanya. Lekukan bodi depan, samping hingga belakang membuat orang tertarik. Sayang, brand belum sekuat Jepang.

Namun, performa mesin 1.400 cc 4 silinder segaris, 16 katup, DOHC dan CVVT, membuatnya tak kalah bersaing dengan engine 1.500 cc. Bahkan, bicara akselerasi di 0-100 km/jam, i20 bisa ungguli pesaingnya macam Yaris, Livina dan Swift.

Karena mesinnya kecil, konsumsinya pun bisa lebih irit dari hatchback Jepang. i20 matik ditawarkan 2 tipe, GL dan SG (tipe tertinggi) dengan perbedaan pada aksesori dan fitur.

Daihatsu Sirion

Patut diperhitungkan terlebih desain barunya yang terdapat peremajaan (facelift) dalam bentuk aero kit sehingga Sirion tampil lebih sporty dan elegan.

Khusus yang suka sporti bisa pilih Sirion tipe Drift, sedangkan yang mau penampilan elegan disediakan Sirion Femme. Tapi kalau punya budget minim, Daihatsu masih suguhkan tipe standar matiknya. Sirion sangat pas diajak bermanuver di perkotaan. Apalagi dibekali mesin 1.300 cc 4 silinder segaris, 16 katup, DOHC dan VVT-i, yang tak terlalu mubazir dipakai di perkotaan.

Mazda 2

Diluncurkan November 2009, Mazda2 jadi alternatif baru. Berkat desain yang unik, mungil namun sporty, membuat Mazda2 jadi backbone penjualan Mazda di Indonesia sepanjang 2010.

Engine MZR 1.500 cc, 4 silinder segaris, 16 katup DOHC dan S-VT (Sequential Variable Timing) dan ETC (Electronic Throttle Control)-nya, buat tenaga dan responsif tapi tetap hemat bahan bakar.

Dari hasil tes, diperoleh akselerasi merata di setiap kecepatan rendah, menengah dan tinggi. Namun, konsumsi tak terlalu spesial dari pesaingnya yang sama-sama mengusung mesin 1.500 cc. Terdapat tipe S dan R dengan perbedaan harga Rp 18 juta.

New KIA Pride

Produk asal negeri Gingseng, Kia New Pride ini pun boleh jadi pilihan kala Anda inginkan hatchback matik terjangkau tapi tetap pentingkan desain dan performa.
    
Bermesin 1.400 cc 4 silinder segaris, 16 katup, DOHC, New Pride punya akselerasi di 40-80 km/jam tercepat dari 9 pesaingnya. Tapi, dia termasuk peminum bensin cukup banyak. Pilihannya, Kia hanya menyediakan satu tipe; New Pride A/T.

Ford Fiesta

Setelah muncul pertama kali di IIMS 2010, sosoknya seakan menghipnotis peminat hatchback Tanah Air. Selain desain kinetic-nya yang mempesona, juga suguhan fitur-fitur yang teratas di kelasnya.

Bicara akselerasi saat pengetesan Fiesta S A/T bermesin 1.600 cc 4 silinder, 16 katup, DOHC TI-VCT bertransmisi matik 6 speed, setara dengan All New Jazz. Pun begitu soal konsumsi bensin juga bersaing dengan mesin 1.500 cc.

Urusan tipe, Fiesta bertransmisi matik tersedia dua pilihan mesin; 1.400 cc dan 1.600 cc. Persisnya, Fiesta Trend 1.4L A/T dan Fiesta Sport 1.6L A/T. Tipe tertingginya salah satunya sudah dilengkapi fitur voice command.

Nissan March

Kecil-kecil cabe rawit. Maksudnya dengan dimensinya termungil dari pesaingnya namun bukan berarti dipandang sebelah mata.

Calon penghuni kategori city  hatchback bersama All New Chevy Spark dan Suzuki Splash ini cocok sekali buat kondisi lalu lintas di perkotaan yang macet. Namun lantaran hanya mengusung mesin 1.200 cc 3 silinder segaris, 12 katup, DOHC, performa mesin March tak dominan terhadap kompetitor 1.500 cc.

Tapi, kalau Anda butuh mobil buat membelah kemacetan di tengah kota, March pilihan tepat. Apalagi konsumsi bensinnya paling irit di kelasnya. Nissan sediakan dua tipe  transmisi otomatis. Yakni, March A/T standar dan March XS A/T.

Lengkapnya, silakan pantengin tabel dibawah: (mobil.otomotifnet.com)

 Perbandingan Hasil Tes Hatchback Matik (A/T)          
   Yaris  New Jazz  Livina XR  Swift  i20  Sirion Mazda2  Pride  Fiesta  March
 Kapasitas Mesin (cc)  1.500  1.500  1.500  1.500  1.400  1.300  1.500  1.400  1.600  1.200
 Konsumsi Bensin                    
 Dalam kota (km/liter)  11,3  12,5  12  12  12  10  11,4  10,2  12  12,4
 Konstan 100 km/jam 
 (km/liter)
 15  19,5  19  15  17  15,2  15  15,3  19,2  20,1
 Luar kota (km/liter)  13  15  14  12,8  14,9  12  13,8  12,9  15  14,8
 Akselerasi                    
 0-100 km/jam (detik)  13,41  10,7  13,6  12,8  12,2  14,9  12,4  16,1  10,9  18,2
 40-80 km/jam (detik)  5,5  4,5  5,6  5,7  5,2  6  5,5  4,1  5,7  7,05
 0-402 meter (detik)  18,9  17,5  19,2  19,1  18,4  19,5  18,8  20,6  17,8  21,4

Penulis : Tim OTOMOTIF • Teks Editor : Bagja • Foto : Tim Otomotif