Popular Posts

Mobil Murah, Kemacetan, dan Krisis BBM

Presiden Direktur Toyota Astra Motor, Jhonny Darmawan, Executive Vice President Toyota Motor Corporation, Yukitoshi Funo, Menteri Perindustrian, MS Hidayat, Presiden Direktur Astra International Tbk, Priyono Sugiarto, Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, President Daihatsu Motor Corporation Ltd, Koichi Ina dan Presiden Direktur Astra Daihatsu Motor, Sudirman MR (kiri ke kanan), saat peluncuran mobil baru Astra Daihatsu Ayla dan Astra Toyota Agya, di Ritz Carlton Ballroom, SCBD, Jakarta, Rabu (19/9/2012). Kedua mobil yang masuk dalam kategori city car ini memiliki kapasitas mesin 1000 cc dengan tiga silinder.
TRIBUNNEWS.COM - Bagi yang selama ini hanya bermimpi punya mobil baru, sebentar lagi mimpi tersebut bisa menjadi kenyataan. Dream will come true. Mobil murah Astra Toyota Agya dan Astra Daihatsu Ayla tinggal menunggu kelahirannya saja. Kendaraan Agya dan Ayla yang seperti pinang dibelah dua akan segera masuk pasar segmen masyarakat menengah. Harga kedua mobil tersebut tidak bakal lebih dari Rp 130 juta, harga yang relatif terjangkau untuk masyarakat yang baru ingin memiliki kendaraan roda empat.. "Kalau rencananya, peraturan pemerintah keluar Oktober, nah paling kita mulai launching Desember 2012. Itu sudah resmi keluar (Agya dan Ayla)," ujar Johnny Darmawan Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor yakin. (oto.detik.com, 23 September 2012). Berita baik bagi kalangan menengah dan punya cita-cita untuk memiliki mobil.

Pemerintah membebaskan importasi mesin untuk pengembangan mobil murah dan akrab lingkungan (low cost and green car/LCGC) yang mulai berlaku Juli. Keputusan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan No.76/PMK.011/2012 tanggal 21 Mei 2012. Peraturan yang terkait dengan program LCGC akan dikeluarkan secara komprehensif. Kondisi tersebut berkaitan erat dengan kalkulasi para produsen otomotif. Peraturan yang komprehensi diperkirakan akan keluar bulan Oktober. Jika regulasi pemerintah soal mobil murah ramah lingkungan terbit maka mobil murah Astra Toyota Agya dan Astra Daihatsu Ayla akan kita lihat mulai berseliweran menghiasi jalan tahun 2013.

Jumlah kelas menengah Indonesiamencapai 40 juta orang. Mereka-mereka inilah yang berpotensi untuk segera melakukan action pembelian mobil tersebut. Program Low Cost and Green Car direstui pemerintah tentu produsen yang lain juga akan berlomba-lomba mengikuti. “Agya” dan “Ayla” yang lain akan lahir, bahkan dengan konsep dan  kelebihan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Keyakinan bahwa memiliki mobil akan menaikkan status sosial seseorang adalah senjata ampuh bagi produsen untuk meningkatkan penjualan. Kelas menengahIndonesia akan kebanjiran pilihan mobil dengan harga terjangkau.
Industri perbankan juga pasti tidak tinggal diam, peluang menyalurkan kredit kepemilikan mobil terbuka lebar. Memiliki mobil sesuai kemampuan serta difasilitasi kredit perbankan akan mendorong pertumbuhan kendaraan bermotor.

Pemerintah mulai menerapkan kebijakan pembatasan BBM, untuk menekan penggunaan bahan bakar bersubsidi. Disisi lain populasi kendaraan bermotor terus bertambah,   melonjaknya konsumsi BBM bersubsidi dianggap sebagai  konsekuensi logis dari peningkatan penjualan mobil dan motor. Realisasi konsumsi BBM bersubsidi hingga Agustus lalu sudah mencapai 29,32 juta kiloliter. Padahal, kuota BBM bersubsidi pada APBN-P 2012 dipatok sebesar 40 juta kiloliter. Artinya, jatah hanya tinggal 10 juta kiloliter. Diperkirakan jatah kuoto subsidi BBM akan jebol sampai akhir tahun. Jebolnya kuota subsidi BBM bakal menambah subsidi BBM yang semula dipatok sebesar Rp 137,4 triliun. Pemerintah tidak punya peluang menaikkan harga BBM bersubsidi. Sebab, harga minyak Indonesia (ICP) saat ini berada di kisaran US$ 99 per barel, jauh di bawah ICP dalam APBN-P 2012 sebesar US$ 105 per barel.
Kemacetan lalu lintas adalah hal yang sudah biasa bagi pengguna jalan raya di ibu kota, kemacetan adalah hidangan yang setiap hari harus dinikmati, bahkan kalau tidak macet menjadi kondisi yang aneh. Kemacetan mulai menular ke beberapa ibu kotaprovinsi. Pemandangan kemacetan di daerah sudah mulai biasa kita saksikan.  Penyebab kemacetan antara lain adalah kapasitas jalan yang lebih kecil dari jumlah kendaraan, jumlah kendaraan meningkat tajam.
Tentu yang harus dicari adalah solusi untuk mengatasi kemacetan tersebut sehingga dapat kembali normal. Energi tidak terbakar habis dijalan dan produktivitas meningkat Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kemacetan adalah membatasi penggunan kendaraan pribadi. Mengalihkan pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum. Memperbaiki pelayanan umum, membuat pengguna angkutan umum aman, nyaman, dan tepat waktu. Meminjam istilah Jokowi move people not car.

Kebijakan pembatasan BBM bersubsidi dan program mengatasi kemacetan bertolak belakang dengan program LCGC . Satu disisi dibatasi, sementara disisi yang lain dibuka keran sebesar-besarnya. Tidak ada salahnya bila kita belajar dari kebijakan Guyang, ibukota ProvinsiGuizhouyang menjadikotakedua setelahBeijing(sejak Januari 2011) membatasi pembelian mobil baru, di China. Pembatas mulai dilakukan Juli 2011, alasan utama diberlakukan kebijakan ini adalah untuk mengurai kemacetan lalu lintas yang makin tak terkendali di wilayah sebelah barat dayaChina.

Pemerintah Daerah Guiyang, seperti dilansir automotivenewschina (13/7), akan mengeluarkan semacam tiket lotre bagi masyarakat untuk mengundi siapa yang bisa memperoleh pelat nomor baru. Kalau Beijing memberikan kuota 20.000 unit per bulan, Pemda Guiyang belum menyebut angka.Guiyangdengan populasi 3,7 juta jiwa, jumlah kendaraan yang aktif di jalan mencapai 616.000 unit, termasuk 330.000 mobil pribadi. Pemda menyatakan, jumlah kendaraan di jalan menyebabkan kegiatan ekonomi tak efektif karena terjadi kemacetan di mana-mana.

Akan lebih bijaksana bila pemerintah berpikir ulang tentang kebijakan mobil murah tersebut. Memang dengan kebijakan tersebut pertumbuhan pasar akan meningkat serta industri otomotif dan semua industri ikutanya akan tumbuh, namun dilain pihak kuota BBM akan jebol serta kemacetan akan semakin menjadi-jadi, seperti yang sering disampaikan, keluar garasi saja sudah kena macet akan benar-benar terjadi. Memiliki mobil memang menjadi impian banyak orang, tapi langkah bijak tentu harus diambil untuk kepentingan jangka panjang. 

No comments:

Post a Comment