Popular Posts

Novi Amalia Lepas Pakaian di Mobil karena Berhalusinasi

Kecelakaan maut kembali terjadi dan kali ini pelakunya adalah Novi Amalia, seorang model majalah dewasa. Yang mengejutkan, rupanya Novi mengendarai mobilnya, Honda Jazz merah bernopol B 1864 POP, dalam keadaan nyaris telanjang.

Novi yang ditemukan lemas seusai kecelakaan di wilayah Tamasari, Jakarta Barat, tersebut hanya mengenakan bra dan celana dalam. Ia diduga mabuk saat mengendarai mobilnya dengan ugal-ugalan hingga akhirnya menabrak 7 orang termasuk 2 polisi yang berusaha menghalanginya.
“Saat ditangkap, pengemudi dalam kondisi mabuk. Saat ditangkap, pengemudi hanya mengenakan celana dalam dan bra,” ujar Kanit Laka Lantas Polres Jakarta Barat AKP Rahmat Dahlizar.
Setelah diamankan, Novi yang diduga mengalami depresi berat sempat membuat heboh di kantor polisi. Ia menjerit-jerit sambil menggebrak meja, Novi bahkan menolak menutupi tubuhnya saat seorang polwan membawakannya baju. Dari hasil tes urin yang sempat dijalani Novi, model yang kabarnya depresi akibat masalah keluarga ini dinyatakan positif memakai ekstasi.

Polisi tampaknya agak kesulitan mengungkap identitas detail tentang Novi. Dalam akta keluarga, putri dari pasangan Suhardi dan Asmawati tersebut rupanya sudah menikah namun nama suaminya tidak diketahui. Polisi juga mendapatkan info bahwa alamat rumahnya ada di Jl.Masda No 13 A RT 6/9 Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara. Sayangnya, alamat itu hanyalah alamat fiktif.

Menurut polisi, model berambut panjang dengan kaki jenjang yang dihiasi tato kupu-kupu tersebut belum bisa dimintai keterangan. Namun kabarnya, kecelakaan ini bukan pertama kalinya bagi Novi karena ia juga pernah menabrak orang beberapa bulan lalu.

"Dalam mobil tidak ditemukan minuman dan narkoba. Kita juga sedang melakukan pemeriksaan lagi."

Novi Amalia (25), pengendara mobil Honda Jazz B 1864 POP yang menabrak dua anggota polisi dan mencederai sejumlah pengguna jalan, di Ketapang, Taman Sari, Jakarta Barat, mengalami halusinasi dan melucuti pakaiannya.

"Setelah mengamankan, kita lakukan pemeriksaan urine di RS Husada. Hasilnya positif mengandung ekstasi dalam urinenya. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan berupa interogasi dan yang bersangkutan mengaku sebelum mengemudi dari apartemennya di daerah Jakarta Pusat, menuju ke Ancol, mengkonsumsi minuman keras Chivas," ujar Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi, Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, hari ini.

Dikatakan Rikwanto, ketika sampai di daerah Harmoni, Novi mengalami halusinasi. Sepertinya, ada yang menyuruhnya membuka pakaian.

"Ia mengalami halusinasi seolah-olah disuruh melepaskan pakaian, kemudian membuang dompet dan HP sehingga yang tinggal hanya menggunakan bikini dan BH," tambahnya.

Rikwanto menyampaikan, dalam keadaan tak sadar itu, Novi terus memacu mobilnya.

"Dia terus melaju dan mengaku mengalami pusing. Kemudian menabrak petugas, menabrak tukang kopi, kemudian mikrolet hingga berakhir di Traffic Light Olimo," terangnya.

Rikwanto menuturkan, pemeriksaan masih berjalan sambil menunggu kondisi fisik dan mentalnya membaik. Sedangkan, pihak keluarga belum bisa dihubungi, karena ia membuang dompet dan telepon genggamnya.

"Saat ini si penabrak sedang masa untuk mengembalikan fisik dan mental. Jadi pemeriksaan belum bisa kita lakukan karena menunggu kondisi yang bersangkutan pulih. Pihak keluarga belum bisa dihubungi karena ia belum stabil, HP (handphone) dibuang, dompet dibuang," terangnya.

Rikwanto berharap, penyidik bisa segera menghubungi keluarga dan bisa segera dilakukan pemeriksaan.

"Jadi harapan kita dari penyidik Lakalantas atau Reskrim bisa segera menghubungi orang tua dan bisa segera diperiksa. Tersangka saat ini ada di Polsek Taman Sari," katanya.

Sementara itu, semua korban sudah mendapatkan perawatan.

"Untuk korban baik petugas dan masyarakat ini kita cek pada mereka hanya luka lecet dan bisa berobat jalan. Jadi tidak ada yang dirawat," ungkapnya.

Rikwanto mengatakan, polisi tak menemukan minuman dan narkoba di dalam mobilnya. Namun, polisi akan mengembangkan pemeriksaan ke apartemennya.

"Dalam mobil tidak ditemukan minuman dan narkoba. Kita juga sedang melakukan pemeriksaan lagi, nanti akan kita kembangkan di apartemennya. Karena, dari pengakuannya dia minum minuman keras di apartemennya dan tidak menutup kemungkinan ada narkoba di apartemennya," kata Rikwanto.














 

No comments:

Post a Comment